Penyebab MU Hancur Lebur Dibantai Liverpool, Terlalu Larut dengan Pesta Juara

MU disebut masih bereuforia usai menjadi juara Piala Liga Inggris saat dihancurkan Liverpool 0-7.

Diterbitkan 06 Maret 2023, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Manchester United mencatatkan sejarah kelam pada 5 Maret 2023. Secara memalukan MU kalah 0-7 dari rival abadinya Liverpool pada laga lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Stadion Anfield.

Padahal, MU melakukan perjalanan ke Anfield dengan 11 pertandingan beruntun tak terkalahkan.

Namun, secara mengejutkan pasukan Erik Ten Hag menderita kekalahan terburuk dalam sejarah sejak kalah 0-7 dari Wolverhampton Wanderers pada tahun 1931.

Tak ada yang menduga MU bisa hancur lebur seperti ini. Pasalnya, mereka tampil baik di awal laga dan tidak ada tanda-tanda akan terbantai.

Pembantaian baru terjadi di babak kedua. Setelah jeda, The Reds menggelontorkan enam gol ke gawang David De Gea.

Menariknya, kekalahan itu terjadi sepekan setelah United merebut trofi pertama mereka sejak 2017 dengan menjuarai Piala Liga. Di final, MU mengalahkan Newcastle dengan skor 2-0.

Usai pertandingan, bek MU Luke Shaw mengakui timnya mengalami penurunan level sejak menjadi juara. Sepertinya, para pemain MU masih bereuforia merayakan keberhasilan tersebut.

"Itu benar-benar tidak dapat diterima," kata Shaw kepada MUTV. "Standar kami jelas menurun sejak kami memenangkan trofi itu, dan dalam beberapa pertandingan terakhir kami belum menjadi diri kami yang normal."

United kebobolan enam dari tujuh gol di babak kedua saat Cody Gakpo, Darwin Nunez dan Mohamed Salah semuanya mencetak dua gol untuk Liverpool.

"Kami perlu menemukan hal-hal baik yang kami lakukan sebelumnya dan membawa mereka kembali karena ini sangat menyakitkan, dan apa yang kami lakukan di babak kedua benar-benar tidak dapat diterima," tambah Shaw. "Kami tidak menunjukkan kepribadian dan mentalitas."

Dengan hasil ini Liverpool kini naik ke peringkat lima klasemen sementara Premier League 2022/2023 dengan raihan 42 angka dari 25 laga. Sementara Man United tetap di peringkat tiga dengan raihan 49 angka.

Pemain MU Tidak Disiplin

Sementara itu, pelatih MU Erik ten Hag marah bukan main dengan anak asuhnya usai kekalahan memalukan ini.

Ten Hag menilai anak asuhnya benar-benar tidak disiplin dan tak bersatu sehingga harus kemasukkan tujuh gol tanpa mampu membalas sama sekali.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya tidak punya penjelasan. Saya harus mencari tahu, itu hanya terjadi pada apa yang saya lihat. Babak pertama cukup terkendali. Mungkin kami memiliki peluang yang lebih baik, kami membuat satu kesalahan," ucap Ten Hag, dilansir Sky Sports. "Dalam transisi pertahanan, tidak bermain sebagai tim, kami tidak mengikuti rencana, ada 11 orang. Saya tidak tahu, itu sangat buruk," sambungnya.

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Luke Shaw adalah pemain sepak bola profesional yang bermain di tim Manchester United dan tim nasional Inggris.
    Luke Shaw adalah pemain sepak bola profesional yang bermain di tim Manchester United dan tim nasional Inggris.
    Luke Shaw
  • MU
  • Erik ten Hag