Bola Ganjil: Salah Tebak Markas Lawan, Klub Hungaria Mengira Diculik

Klub sepak bola kerap menggunakan lokasi asal sebagai identitas utama. Kebanggaan lokal jadi alasan di balik kebijakan tersebut.

Diterbitkan 25 Februari 2023, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Klub sepak bola kerap menggunakan lokasi asal sebagai identitas utama. Kebanggaan lokal jadi alasan di balik kebijakan tersebut.

Selain itu, hal tersebut jugai memberi keuntungan bagi lawan. Mereka jadi tahu bakal menghadapi siapa dan paham harus pergi ke mana saat melakoni pertandingan tandang. Meski, kondisi itu ternyata tetap pernah menciptakan kebingungan karena letak geografis yang mirip

Pada 1971/1972, klub Skotlandia St Johnstone dipasangkan dengan wakil Hungaria Vasas FC di putaran kedua Piala UEFA. Sebelumnya St Johnstone menyingkirkan klub Jerman Hamburg SV dan Vasas FC membekuk tim Republik Irlandia Shelbourne.

Vasas pun datang dengan percaya diri setelah mengunjungi kawasan tersebut di babak pertama. Mereka mencari di peta dan melihat Johnstone terletak dekat Bandara Glasgow. Manajemen klub langsung memesan akomodasi di sana dan juga menyewa bus untuk membawa rombongan ke penginapan.

Setelah mendarat dan melanjutkan perjalanan menggunakan roda empat, baru skuad Vasas diserang kecemasan. Pasalnya, mereka tidak kunjung tiba. Supir saat ditanya pun menjelaskan perjalanan masih membutuhkan waktu 45 menit lagi.

Pemain Vasas panik dan berpikir sudah jadi korban penculikan. Mereka berontak minta diturunkan.

Sang supir coba menenangkan dan menjelaskan St Johnstone berbasis di Perth, timur laut Glasgow. Namun, kontingen Vasas tidak lekas percaya. Baru ketika manajemen St Johnstone menjelaskan di hotel, pemain Vasas bisa bernapas lega.

Fans Salah Lokasi

Sebelum ini, Bola Ganjil menceritakan sejumlah cerita tersesatnya suporter sepak bola. Meski loyal, para pendukung memang tidak selalu pintar geografi. Ada saja cerita kesalahan mereka dalam hal navigasi.

Belgia dijadwalkan bertemu Wales pada kualifikasi Piala Eropa 2016. Sekelompok suporter Kevin De Bruyne dan kawan-kawan pun mengetik 'Wales' di lokasi tujuan menggunakan satelit.

Yang ada mereka tiba di desa bernama Wales dekat Rotherham, sekitar 320 kilometer dari Cardiff City Stadium, lokasi pertandingan digelar. Beruntung grup ini masih punya waktu untuk datang ke lokasi sebenarnya.

Ada lagi cerita tentang penggemar Honduras. Mereka terbang ke Kanada untuk mendukung tim nasional pada perjuangan menuju Piala Dunia 1986.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pertandingan ini berlangsung di St John, ibu kota Provinsi Newfoundland. Namun, para suporter memesan tiket ke Saint John, kota dengan nama sama tapi ejaan berbeda, di New Brunswick. Sempat mencoba pergi ke lokasi yang tepat tapi akhirnya gagal, beruntung mereka bertemu pemilik pub setempat. Dia mengatur tempat di kedai miliknya agar pendukung Honduras bisa menyaksikan laga melalui televisi.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan