Perjalanan Karier Zainudin Amali, Menpora yang Memutuskan Mundur Demi Posisi Waketum PSSI

Zainudin Amali memilih meninggalkan posisinya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) usai terpilih sebagai wakil ketua umum PSSI.

Diterbitkan 22 Februari 2023, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di pentas olahraga, nama Zainudin Amali awalnya sangat jarang terdengar. Sosoknya justru lebih akrab sebagai politisi. Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar periode 2014-2019 dan merupakan anggota DPR RI selama 4 periode.

Selama menjadi wakil rakyat, Zainudin Amali sempat duduk di Komisi II DPR. Komisi ini mengurusi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, aparatur dan reformasi birokrasi, kepemiluan, serta pertahanan, hingga reforma agraria.

Selain politikus, Amali juga seorang pengusaha. Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah memimpin sejumlah perusahaan seperti; PT Putra Mas, PT Wirabuana Dwi Jaya Persada, PT Gitrana Sendiko, PT Sura Terang Agung, PT Makmur Triagung, dan PT Supra Dinakarya.

 

Benahi Sepak Bola

Saat terpilih sebagai Menpora, Zainudin diminta Presiden Jokowi untuk menyiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Namun karena pandemi Covid-19, agenda ini baru terlaksana pada Oktober tahun 2021 dengan protokol yang ketat.

Selain itu, presiden juga menitipkan sepak bola kepada Amali. Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Sepak Bola Nasional yang melibatkan kementerian pemuda dan olahraga. 

Di masa kepengurusannya, Menpora Zainudin Amali juga punya tugas besar lainnya sebagai ketua Organizing Committee (INAFOC) FIFA U-20 World Cup 2023. Turnamen usia muda ini bakal digelar di Indonesia mulai Mei hingga Juni tahun ini.

Anti Intervensi

Berbeda dengan Menpora periode sebelumnya, hubungan Zainudin Amali dan PSSI sebagai induk federasi sepak bola di Tanah Air terbilang cukup harmonis. Secara personal, Amali juga dikenal cukup dekat dengan ketua umum PSSI 2019-2023, Mochamad Iriawan. 

Keduanya kerap melakukan rapat koordinasi untuk membahas kesiapan kompetisi hingga tim nasional (Timnas) Indonesia. Bahkan sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI digelar, Menpora Zainudin Amali masih sempat duduk bersama PSSI untuk membahas penyempurnaan Inpres No 3 tahun 2019 yang selama ini sama sekali tidak mencantumkan PSSI di dalamnya. 

Menpora kemudian menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Audtorium Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Jakarta, Senin (13/2/2023). Acara ini dihadiri sejumlah tokoh sepak bola termasuk Dirtek PSSI Indrja Sjafri dan Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti. Dalam sambutannya, Menpora Zainudin Amali menjelaskan kalau Inpres percepatan sepak bola nasional perlu disempurnakan. Sebab, aturan itu lahir ketika situasi federasi dan pemerintah tidak akur.

Akibatnya, alih-alih melimpahkan tugas kepada PSSI, Inpres itu justru menitikberatkan pelaksanaan pada taskforce. Menurut Amali, kehadiran task force dalam Inpres tersebut sama saja menghilangkan peran PSSI secara perlahan hingga bisa diartikan sebagai bentuk intervensi pemerintah yang berpotensi memicu hadirnya kembali sanksi FIFA kepada Indonesia. "Begitu saya jadi Menteri, saya lihat, saya tidak mau (melanjutkan). Saya bilang kalau task force yang mengurusi sepak bola, berarti pemerintah sudah intervensi,” katanya dia.

Kriteria Pengganti Amali

Keputuan Zainudin Amali mundur dari jabatan Menpora membuat publik bertanya-tanya mengenai calon penggantinya. Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes menjelaskan bahwa kemungkinan besar Golkar akan bergerak dalam mengisi kekosongan tersebut.

“Karena Pak Zainudin berasal dari Golkar, kemungkinan besar Golkar akan meng-endorse kader-kader mudanya untuk menggantikan beliau di posisi Menpora,” jelas Arya saat diwawancarai melalui telepon.

Pernyataan Arya tersebut sejalan dengan kriteria ideal yang dibutuhkan Menpora berikutnya menurut pengamat olahraga, Kusnaeni. Sosok yang juga dikenal sebagai komentator sepak bola tersebut menjelaskan bahwa hal yang paling penting dari calon pengganti Zainudin Amali adalah harus dekat dengan kalangan kepemudaan, baik secara usia maupun emosional.

“Paling ideal secara teoritis harus orang yang paham olahraga dan secara usia dekat dengan kalangan kepemudaan. Selain itu juga harus punya jiwa kepemudaan dan secara emosional dekat dengan masalah-masalah kepemudaan,” ujar Kusnaeni.

(Simak juga berita: Kursi Menpora Kosong, Berikut Nama-Nama Potensial yang Akan Menggantikan Zainudin Amali)

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan