Teknologi di Motor Bikin Pembalap MotoGP Kurang Berpengaruh, Ini Komentar Francesco Bagnaia

Francesco Bagnaia tak setuju peran pembalap di MotoGP makin berkurang karena besarnya pengaruh teknologi di motor.

Diterbitkan 28 Januari 2023, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Patahkan Kutukan

Francesco Bagnaia memakai nomor satu untuk MotoGP 2023. Pembalap Ducati asal Italia itu tidak takut dengan kutukan para juara dunia dan berambisi mematahkannya.

Bagnaia meninggalkan angka 63 yang membawanya menjadi juara dunia 2022 untuk musim selanjutnya. Keputusan ini dianggap berani mengingat nasib buruk para juara dunia yang terlebih dahulu berpaling ke nomor satu. Tidak ada yang bisa mempertahankan gelar.

Sejak era MotoGP tahun 2002, hanya Valentino Rossi dan Marc Marquez yang mampu kembali bertakhta. Rossi melakukannya memakai nomor 46 dan Marquez menunggangi angka 93. Setelah itu, Joan Mir (36) dan Fabio Quartararo (20) coba melakukannya bersama nomor pribadi, tapi juga gagal.

"Merupakan tantangan besar, terutama berdasar statistik. Hanya ada segelintir pembalap yang bisa menjadi juara dunia beruntun," kata General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna dilansir Crash.

"Tapi kami suka tantangan dan bersemangat coba menaklukkannya. Kami adalah juara dunia, tapi harus tetap rendah hati dan tidak sombong," sambung Dall’Igna.

Sejak era MotoGP tahun 2002, hanya Valentino Rossi dan Marc Marquez yang mampu kembali bertakhta. Rossi melakukannya memakai nomor 46 dan Marquez menunggangi angka 93. Setelah itu, Joan Mir (36) dan Fabio Quartararo (20) coba melakukannya bersama nomor pribadi, tapi juga gagal.

"Merupakan tantangan besar, terutama berdasar statistik. Hanya ada segelintir pembalap yang bisa menjadi juara dunia beruntun," kata General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna dilansir Crash.

"Tapi kami suka tantangan dan bersemangat coba menaklukkannya. Kami adalah juara dunia, tapi harus tetap rendah hati dan tidak sombong," sambung Dall’Igna.

Alasan Bagnaia

Bagnaia memaparkan sejumlah alasan mengapa dirinya memakai nomor 1. "Saya memilih nomor satu. Sudah lama kita semua tidak melihat angka satu di MotoGP. Saya selalu menyukai angka tersebut. Nomor satu merepresentasikan siapa kita sebenarnya, dan mengidentifikasikan kita sebagai seorang juara dunia," ungkap Bagnaia pada peluncuran tampilan terbaru Desmosedici GP23, Senin (23/1/2023).

Pria yang akrab disapa Pecco tersebut melanjutkan, dia ingin memberi penghormatan kepada para juara dunia di MotoGP sebelumnya dengan memilih nomor satu. Bagnaia juga berharap angka itumenambah motivasinya agar mempertahankan takhta juara dunia.

"Tapi saya juga menyematkan angka 63 kecil di dalam angka satu ini, karena saya ingin melaju bersama keduanya. Jadi, ya, mengapa tidak?" kata Bagnaia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan