Brasil dan Portugal Merebutkan Jose Mourinho, AS Roma Ketar-Ketir

Brasil dan Portugal bersaing mendapatkan Jose Mourinho sebagai pelatih tim nasional. AS Roma yang ketar-ketir dengan keadaan itu

Diterbitkan 24 Desember 2022, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam pesan video yang emosional, Santos mengatakan bahwa menjadi pelatih Portugal adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan tujuan hidup yang ia penuhi.

"Saat Anda memimpin kelompok, Anda harus membuat beberapa keputusan sulit," jelas Santos. "Itu normal bahwa tidak semua orang senang dengan pilihan yang saya buat, tetapi keputusan yang saya ambil selalu memikirkan apa yang terbaik untuk tim kami."

Brasil Incar Mou

Seperti dilansir La Republicca, Federasi Sepakbola Brasil (CBF) tertarik menggunakan jasa Jose Mourinho sebagai pengganti Tite yang mengundurkan diri setelah Piala Dunia 2022.

Mourinho dikabarkan mulai tidak betah di Roma, dan sedang mempertimbangkan kembali masa depannya dengan di klub ibu kota Italia.

The Special One tidak puas dengan perkembangan tim dan ambisi klub, serta tidak respek dengan sikap beberapa pemain, bahkan beberapa direksi.

Adapun kontrak Mourinho di Roma masih tersisa hingga Juni 2024 alias akhir musim depan. Namun, kegerahan Mou bersama Giallorossi telah mendorong CBF terus mendekati Mou.

Selain, sikap Brasil itu juga tak lepas dari penolakan pelatih lainnya yang diincar tapi ternyata menolak yakni Carlo Ancelotti yang saat ini manajer Real Madrid.

Ancelotti - yang terikat kontrak di Real Madrid hingga 2024 - dipandang sebagai opsi untuk Brasil tetapi dia tidak ingin meninggalkan raksasa Spanyol sebelum itu kecuali dia dipecat.

Mengelola Brasil

La Repubblica juga melaporkan bahwa Brasil telah membuka pembicaraan awal dengan Jorge Mendes, sosok yang dijuluki Super Agent, mengenai kepindahan Mourinho.

Saat menjadi manajer Manchester United, Mou pada 2017 mengaku mengelola Brasil di masa depan akan 'menarik'.

"Saya pikir mengikuti Manchester United saya membutuhkan pekerjaan yang lebih mudah daripada Manchester United, dan melatih tim Brasil seharusnya lebih sulit," katanya saat itu.

“Jelas itu akan menyenangkan, setiap pelatih ingin bekerja dengan klub terbaik dan dengan yang terbaik. Tim Brasil jelas merupakan pemimpin kesuksesan, jelas dengan bakat, tidak peduli generasi apa pun, bakat selalu muncul.

Tapi saya harus mengakui bahwa itu pasti sulit, di setiap orang Brasil ada pelatih, di setiap jurnalis ada pelatih yang lebih baik daripada pelatih. Saya pikir ini pasti negara yang sulit untuk bekerja, tetapi juga negara yang penuh gairah.'

Meski begitu, Brasil harus berhadapan dengan Portugal yang juga mengincar Mou. Menurut Sky Sport Italia, Federasi Portugal telah meningkatkan tekanan pada Mourinho untuk membuat keputusan secepat mungkin.

Berdasarkan laporan Football Italia, Mourinho akan mempertimbangkan kembali kesepakatan tersebut jika menyangkut kesempatan memimpin negaranya.

FPF siap membiarkan Mou bersama Roma hingga akhir musim ini. Pelatih Portugal U-21 saat ini, Rui Jorge, telah ditunjuk sebagai pelatih sementara hingga Juli 2023.

Selain Mourinho, berdasarkan laporan dari Goal, pelatih Lille Paulo Fonseca juga menjadi calon kuat untuk menggantikan Fernando Santos.

Nama lain yang memberikan kode untuk melatih Portugal adalah Louis van Gaal. Pelatih tertua di Piala Dunia 2022 ini sebelumnya menyatakan pensiun, namun rupanya ia menarik Kembali ucapannya.

Mantan pelatih Manchester United itu bahkan mengatakan siap menjadi juru taktik Portugal.

“Saya pensiun lagi,” tutur Louis van Gaal kepada Per 3FM dikutip Kompas.com dari Goal International.

“Namun, jika Portugal menelepon saya, saya akan mendengarkan penawaran itu. Hanya itu yang bisa saya katakan,” tambah dia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan