Winger Prancis Kingsley Coman Dirundung Netizen, Bayern Munchen Turun Tangan

Bayern Munchen memberi dukungan kepada Kingsley Coman yang menjadi korban perundungan bernada rasisme usai gagal eksekusi penalti di final Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 20 Desember 2022, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, laga tetap berlangsung dan gol Messi disahkan. Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia 2022 lewat adu penalti 4-2. Partai final Piala Dunia 2022 Qatar memang menyuguhkan pertandingan yang luar biasa. Ada enam gol di laga final Argentina vs Prancis dan menjadikan final Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan final Piala Dunia paling menarik.

L'Equipe Media menjelaskan, jika sesuai aturan FIFA, gol kedua Lionel Messi di perpanjangan waktu seharusnya dianulir wasit pertandingan, Szymon Marciniak. Pemain pengganti Argentina sudah berada di lapangan sebelum bola melewati garis gawang Hugo Lloris.

Menurut L'Equipe, ketika Messi melepaskan tembakan hasil tepisan Hugo Lloris dari tendangan Lautaro Martinez, beberapa pemain pengganti Argentina yang terbawa emosi sudah berada di lapangan dan siap untuk merayakannya gol. Situasi ini harusnya dilarang.

Pada aturan FIFA disebutkan, "Jika, setelah gol dicetak wasit sadar, sebelum permainan dilanjutkan bahwa ada orang tambahan di lapangan pada saat gol dicetak: wasit harus menganulir gol jika orang tambahan itu adalah: seorang pemain, pemain pengganti, pemain yang dikeluarkan dari lapangan atau ofisial dari tim yang mencetak gol; permainan harus dimulai kembali dengan tendangan bebas langsung dari tempat orang tambahan berada.

 

Rusuh di Paris

 

Dilansir dari Times Now, beberapa orang ditahan karena membuat kerusuhan dan bentrok dengan Polisi di Paris menyusul kekalahan Prancis dari Argentina di final Piala Dunia pada hari Minggu. Ribuan polisi terlihat berpatroli di jalan-jalan Ibu Kota Prancis tadi malam.

Menurut laporan, Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan para penggemar di Champs-Elysees, Paris saat mereka terus melempari petasan ke arah Polisi. Beberapa bahkan bentrok dengan Polisi setelah yang terakhir mulai menangkap para suporter yang mengamuk itu.

Tapi, tidak semua suporter Prancis melakukan kerusuhan pasca final Piala Dunia 2022. Ada juga sebagian suporter yang tetap menerima kekalahan walaupun sangat kecewa.

Dilansir The Guardian, seorang suporter yang ikut nonton bareng di Kafe Le Napoleon, Aurelien mengakui bahwa Argentina lebih unggul dari Prancis di setiap sisi, terutama kecepatan dan skema permainan yang lebih rapi.

“Mereka mengungguli kami di setiap area. Mereka lebih cepat, lebih rapi. Dan sepertinya mereka lebih menginginkannya untuk menjadi juara. Itu semua dalam agresi," kata Aurélien, 28 tahun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan