Terungkap, Achraf Hakimi Konfrontir Presiden FIFA usai Duel Juara 3 Piala Dunia 2022 Kroasia vs Maroko

Bintang Maroko Achraf Hakimi sempat melakukan protes terkait wasit kepada Presiden FIFA Gianni Infantino usai timnya kalah dari Kroasia dalam laga perebutan juara 3 Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 18 Desember 2022, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Walau begitu, federasi sepak bola dunia kabarnya berupaya mencegah rekaman perjumpaan Hakimi dan Infantino tersebar di media. Sejumlah wartawan yang hadir di lokasi menyatakan FIFA meminta mereka menghapus dokumentasi terkait hal itu.

“Mereka (FIFA) ingin kami menghapus gambar-gambar itu,” ujar reporter SVT Sports Johan Kucukaslan, seperti dikutip dari Mirror.

“Sudah jelas bahwa adegan ini memalukan bagi mereka, dan agak naif jika mereka berpikir bahwa sejumlah jurnalis tidak bakal melaporkan hal ini, ketika kita menyaksikan sendiri yang terjadi,” sambung dia.

Bukan Kali Pertama

Ini bukanlah kali pertama Maroko merasa geram dengan wasit. Singa Atlas juga sempat melancarkan protes terkait pengadil ketika mereka kalah dua gol tanpa balas dari Prancis di semifinal Piala Dunia 2022.

Kendati demikian, bos Maroko Walid Regragui tetap berupaya mengangkat semangat anak-anak asuhnya. Ia mengapresiasi keberhasilan Singa Atlas mengalahkan tim-tim raksasa sekelas Belgia, Spanyol, dan Portugal, meski gagal melaju hingga partai puncak FIFA World Cup edisi ini.

“Sebelum turnamen (dimulai), kami hanya memiliki 0,01 persen peluang untuk melakukan hal ini, dan nyatanya kami mencapai empat besar. Kami sekarang adalah salah satu dari empat tim teratas di dunia,” ujar sang pelatih terkait performa Singa Atlas di Piala Dunia 2022.

“Kroasia saat ini merupakan satu dari tiga tim top dunia, dan mereka sedikit lebih kuat dibanding kami, begitu pula dengan Prancis. Kami harus mengejar ketertinggalan. (Maroko) telah menghabiskan 10 tahun terakhir untuk melakukan hal itu,” sambungnya.

Belajar Banyak

Lebih lanjut, Regragui juga menyatakan ia dan anak-anak asuhnya telah belajar banyak dari laga kontra Belgia, Spanyol, dan Portugal. Track record Maroko di laga ini membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan negara-negara sepak bola papan atas.

“Kami belajar banyak dari pertandingan melawan Belgia, Spanyol, dan Portugal. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bersaing dengan beberapa tim top ini,” katanya.

“(Pencapaian) ini harus menginspirasi negara-negara Afrika lainnya. Sudah menjadi DNA tim-tim Eropa bahwa mereka mampu mencapai babak-babak terakhir (turnamen bergengsi) dan kami harus mengembangkan hal itu dalam DNA kami juga, sehingga suatu hari kami bisa memenangkan Piala Dunia,” pungkas dia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan