Mantan Rekan Setim di MU Patah Hati Lihat Ronaldo Menangis Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Mantan rekan setim Cristiano Ronaldo di MU, Gary Neville, mengaku patah hati menyaksikan megabintang asal Portugal menangis setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 13 Desember 2022, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mantan rekan setim Cristiano Ronaldo di Manchester United, Gary Neville, mengaku patah hati menyaksikan megabintang asal Portugal menangis selepas laga perempat final Piala Dunia 2022 kontra Maroko pada Sabtu (10/12/2022).

Seperti diketahui, Selecao das Quinas gagal memetik kemenangan di pertandingan tersebut. Gol semata wayang Youssef En-Nesyri pada menit ke-42 mengantar Maroko berjaya atas anak-anak asuh Fernando Santos.

Kekalahan ini membuat Portugal mau tak mau harus mengubur mimpinya untuk merebut trofi FIFA World Cup 2022. Sementara itu, Singa Atlas justru mencetak sejarah baru dengan menjadi negara Afrika pertama yang tembus ke fase empat besar kompetisi sepak bola terakbar dunia.

Ronaldo menjadi salah satu pemain yang amat terpukul usai timnya menelan pil pahit di perempat final. Eks pemain Real Madrid tak kuasa membendung tangisan ketika Portugal dipastikan kehilangan kesempatan melaju ke fase selanjutnya.

Tayangan pertandingan memperlihatkan Ronaldo ngacir dari lapangan setelah wasit meniupkan peluit panjang. Peraih Ballon d’Or lima kali itu berjalan menuju ruang ganti sambil sesekali mengusap wajahnya yang berurai air mata.

Momen ini rupanya menarik simpati Neville. Sosok yang pernah menjadi sasaran kritik CR7 dalam wawancara dengan Piers Morgan itu ikut sedih lantaran Ronaldo gagal mewujudkan mimpinya memenangkan Piala Dunia bersama Timnas Portugal.

“Saya tidak ingin menyebut Cristiano Ronaldo karena saya melihat potret ketika dia menangis di terowongan. Itu adalah gambaran yang sangat mengerikan buat saya. Saat itulah dia tahu bahwa mimpinya memenangkan Piala Dunia untuk negaranya sudah lenyap,” tutur Neville dalam podcast Sky Sports, seperti dilansir dari Metro.

“Kita semua berada di sana pada pengujung karier kita, tetapi dia adalah salah satu (pemain) terhebat. Sangat buruk rasanya melihat dia seperti itu. Dia (Ronaldo) melewati beberapa bulan yang sulit,” sambung mantan pesepak bola berusia 47 tahun.

Dicadangkan Pelatih Portugal

Tak heran jika CR7 amat sedih usai negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2022. Panggung FIFA World Cup edisi ini memang berpotensi menjadi kesempatan terakhir Ronaldo mentas di ajang serupa, mengingat usianya hampir menginjak kepala empat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kekalahan Selecao das Quinas dari Maroko menjadi kian menyakitkan lantaran sang pemain tidak diberi kesempatan untuk membela Portugal sejak menit pertama. Seperti diketahui, Pelatih Fernando Santos lagi-lagi memilih mencadangkan Ronaldo dalam duel tersebut. Eks penggawa Manchester United (MU) baru diturunkan pada menit ke-51, ketika Selecao das Quinas sudah tertinggal satu gol dari Singa Atlas.

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan