Bahrain International Challenge 2022: Indonesia Raih 2 Gelar Juara

Indonesia meraih dua gelar juara di Bahrain International Challenge 2022 lewat ganda putri Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto dan ganda putra Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat.

Diterbitkan 05 Desember 2022, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hasil manis diraih skuad bulu tangkis Indonesia dari Manama. Menempatkan tiga wakil di final, para pemain pelapis Pelatnas Cipayung tersebut sukses merebut dua gelar juara dari Alsharif Group Bahrain International Challenge 2022.

Berlangsung di The Bahrain Keraleeya Samajam, Manama, Bahrain, 29 November hingga 4 Desember, dua gelar dipersembahkan oleh ganda putri Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto dan ganda putra Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat.

Sementara Ester Nurumi Tri Wardoyo belum berhasil merebut titel kampiun di tunggal putri. Pada laga final, pebulu tangkis berusia 18 tahun ini dikalahkan Pitchamon Opatniputh dari Thailand, 17-21 dan 16-21.

Lanny/Ribka merebut mahkota juara usai tampil perkasa dan penuh percaya diri di final. Dalam partai final turnamen berhadiah total 15 ribu dolar AS itu, Minggu (4/12), wakil Pelatnas Cipayung ini menumbangkan unggulan pertama Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela dari India dengan skor 21-18 dan 21-16.

"Alhamdulillah bisa juara di Bahrain. Semoga gelar ini bisa menambah rasa percaya diri saya bersama Lanny untuk bersaing di level yang lebih tinggi lagi dan menjadi modal untuk bisa mendapatkan prestasi yang lebih banyak lagi ke depannya," kata Ribka seperti dikutip dari rilis PBSI, Senin (5/12).

"Kunci kemenangan kami yaitu saling percaya dengan kemampuan partner di tengah lapangan. Komunikasi juga terus dijalin dengan saling mengingatkan kalau masing-masing ada yang panik. Di laga itu saya lebih bermain nothing to lose, soalnya rangking lawan juga jauh di atas," tambah Lanny.

Kemenangan ini merupakan gelar kedua bagi Lanny/Ribka sejak mulai dipasangkan pada Vietnam Terbuka, September 2022. Sebelumnya, pasangan ini jawara pada Mansion Sports Indonesia International Challenge di Malang, Oktober lalu.

 

Sempat tegang

Menurut pelatih ganda putri, Prasetyo Restu Basuki, di awal permainan Lanny/Ribka masih belum nyaman, terutama Lanny yang terlihat masih tegang. Namun, Ribka sebagai pemain yang lebih senior terus mampu membimbing. Setelah interval gim pertama, permainan Lanny/Ribka juga masih dalam kondisi tertekan dan tertinggal hingga skor 13-18.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam posisi tertinggal, Prasetyo pun memberi arahan agar anak didiknya menganti pola permainan. Yaitu dengan pola bertahan lebih dahulu dan apabila ada kesempatan baru menyerang balik. "Setelah itu, saya meminta mereka mengganti pola permainan dengan bertahan dulu, baru balik serang. Dari pola seperti itu, Lanny/Ribka malah banyak mendapat poin terus hingga memenangi gim pertama," sebut Prasetyo. Pada gim kedua, karena strategi dan kelemahan lawan sudah diketahui, Lanny/Ribka bisa mengantisipasinya dengan baik. Mereka pun terus memimpin hingga skor 17-12. Meski lawan sempat mengejar sampai 17-16, Lanny/Ribka tetap bermain lebih tenang dan penuh percaya diri. "Karena poinnya sudah di angka tua, saya suruh mereka lebih banyak menyerang dan menekan lawan. Mereka pun terus mendapat poin hingga akhirnya juara dengan skor 21-16," ujar Prasetyo.  

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan