AC Stadion Piala Dunia 2022 Bikin Pemain Sakit, Tapi Ngeluh Kalau Dimatikan

Tujuh dari delapan stadion Piala Dunia Qatar dilengkapi AC teknologi tinggi.

Diperbarui 06 Desember 2022, 01:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebuah inovasi besar terjadi di dalam stadion Piala Dunia 2022. Untuk pertama kalinya, venue pertandingan menggunakan pendingin udara demi menambah kenyamanan.

Piala Dunia Qatar memang membuat sejumlah perubahan karena masalah temperatur cuaca. Selain pertandingan yang digelar saat musim dingin, stadion-stadion juga dilengkapi pendingin ruangan alias AC.

AC diharapkan bisa membuat para pemain tidak kepanasan saat bertanding. Ini kali pertama diuji coba dalam ajang Piala Dunia.

Tetapi, bukannya memberikan rasa nyaman adanya AC ini dinilai malah membuat kondisi pemain jadi tidak maksimal karena terlalu dingin.

Hal tersebut diutarakan bintang Timnas Brasil, Antony, yang sempat harus absen berlatih jelang hadapi Swiss di laga kedua Grup G kemarin.

Menurutnya, kondisi tubuhnya langsung drop akibat temperatur di lapangan.

"Itu cukup menyulitkan. Saya akhirnya merasa sakit untuk beberapa hari, hal itu menyulitkan saya," ujar Antony dalam wawancara dengan streamer Casimiro.

"Saya sudah mulai pulih dengan baik dan dalam kondisi 100 persen. Kemarin lebih karena sakit tenggorokan. Itu karena pendingin ruangan," tuturnya.

"Tidak hanya saya, tapi beberapa pemain juga mengalami batuk-batuk dan sakit tenggorkan. Sangat sulit bagi saya karena harus sakit, tapi saya senang bisa menjadi bagian penting bagi tim," tambah pemain 22 tahun itu.

Pada laga pamungkas Grup G hari Sabtu dini hari WIB (3/12), Brasil akan menghadapi Kamerun. Meski sudah berhasil lolos ke 16 besar, sudah pasti "Tim Samba" tidak ingin kehilangan momentum.

Antony pun menyatakan dirinya siap kalau dipanggil ke tim inti. "Kapan pun Antony dibutuhkan, saya siap," tegasnya.

AC Sempat Dimatikan, Pemain Kepanasan

Teknologi pendingin ruangan ini menjadi fasilitas tujuh dari delapan venue Piala Dunia, kecuali Stadium 974 yang rencananya dibongkar usai Piala Dunia 2022 berlangsung.

Pendingin ruangan mutakhir ini diharapkan bisa menjaga temperatur di atas lapangan selalu sama di tiap pertandingan.

Namun, beberapa pemain Inggris sempat mengeluh kalau mereka merasa kepanasan saat pertandingan melawan Amerika Serikat di Al Bayt Stadium dan juga ketika melawan Iran di Khalifa International Stadium.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat ditanya mengenai hal tersebut, petinggi senior FIFA mengatakan tidak ada masalah dengan sistem pendingin ruangan dan sudah mengikuti prosedur yang ditentukan. Kebijakan yang ditentukan sebelum turnamen mengatakan kondisi di dalam stadion akan dinilai berdasarkan situasi harian. AC akan ditetapkan pada suhu 24 derajat Celcius untuk pertandingan 13.00 dan 16.00 waktu setempat. Pengukuran dilakukan satu jam sebelum laga untuk melihat konsistensi suhu. Tapi untuk pertandingan 19.00 dan 22.00 waktu setempat, FIFA sepakat AC akan dimatikan satu jam sebelum pertandingan di mulai, selama temperatur di stadion berada di bawah 24 derajat Celcius. Hal itu yang terjadi saat Inggris melawan Amerika Serikat. Temperatur di luar sudah di angka 24 derajat Celcius beberapa jam sebelum pertandingan. Itulah alasannya FIFA memutuskan untuk tidak menggunakan sitem pendingin ruangan pada pertandingan Inggris melawan Amerika Serikat.

Halaman
Show All
Anry DhanniaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan