Jelang Piala Dunia 2022, Bintang Inggris Gelar Latihan dengan Pekerja Migran

Skuad Three Lions bermain bersama pekerja migran sebagai tanda terimakasih atas kontribusi mereka menyiapkan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Qatar

Diterbitkan 18 November 2022, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bintang Inggris berlatih dengan pekerja migran yang membangun stadion Piala Dunia Qatar sebelum mengundang 19 dari mereka untuk menonton laga pembukaan mereka melawan Iran Senin (21/11/2022).

Melalui sesi latihan pada Kamis (17/11/2022) waktu setempat, sebagaimana dilansir Daily Mail, para pemain berterima kasih kepada beberapa negara termiskin di dunia atas kontribusi mereka pada turnamen tersebut.

Qatar menghadapi tuduhan serius tentang penggunaan tenaga kerja migran untuk mempersiapkan turnamen, termasuk bahwa para pekerja hanya dibayar hanya 1 rial per hari untuk bekerja keras dalam suhu terik yang membahayakan nyawa mereka.

Sebagai tanda terima kasih, manajer Inggris Gareth Southgate turun ke lapangan kompleks pelatihan Al Wakrah bersama kapten Harry Kane dan orang-orang seperti Bukayo Saka, Harry Maguire, Raheem Sterling, dan James Maddison untuk bertemu dengan beberapa pekerja.

Pemain depan Arsenal Bukayo Saka terlihat asik saat mengambil bagian dalam sesi latihan di kompleks pelatihan Al Wakrah di Qatar saat tim Inggris bersiap untuk memulai kampanye Piala Dunia mereka. Southgate juga mencetak gol saat adu penalti dadakan.

Sesi latihan ini diadakan atas permintaan tim sebagai tanda terimakasih kepada para pekerja meskipun tidak semua mendapatkan kesempatan yang sama. Sembilan belas dari mereka juga telah diberikan tiket ke pertandingan pertama Inggris di Grup B Piala Dunia 2022 melawan Iran, Senin (21/11/2022). 

Berbincang-bincang dengan Skuad Three Lions

Southgate dan para pemainnya berbicara kepada para pekerja setelah sesi latihan, dengan kepala eksekutif FA Mark Bullingham juga mengajukan pertanyaan tentang pengalaman mereka membangun delapan stadion dan infrastruktur lain yang digunakan selama turnamen.

Seorang juru bicara FA mengatakan: "Kami mengatakan pada bulan September kami ingin mengundang beberapa pekerja migran ke kamp untuk bertemu para pemain dan berterima kasih atas peran mereka dalam membantu menyelenggarakan turnamen," ujarnya.

Asosiasi Sepak Bola Inggris sudah mencoba melobi FIFA untuk menciptakan pusat permanen bagi tenaga kerja imigran di Qatar, yang biasanya berjumlah jutaan. FA juga mendorong FIFA untuk membuat dana kompensasi bagi keluarga yang kehilangan orang yang dicintai di lokasi konstruksi Piala Dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Secara resmi, pihak berwenang di Doha mengatakan hanya tiga pekerja yang tewas membangun stadion - tetapi kelompok hak asasi manusia berpendapat angka sebenarnya setidaknya ratusan, jika tidak ribuan.

Halaman
Show All
Muhammad Rizal, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan