Duh, Tiga Pria Ditangkap Polisi Qatar Akibat Jual Tiket Piala Dunia 2022

Tiga pria ditangkap kepolisian Qatar karena menjual kembali tiket Piala Dunia 2022. Para calon bergentayangan untuk mencari korban fans yang belum beli tiket.

Diterbitkan 15 November 2022, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dia mengatakan, kampanye soal larangan merokok dan kesehatan yang dimulai pada bula Oktober lalu itu telah mendapat dukungan dari federasi sepakbola internasional (FIFA).

Hal ini dianggap baik sebagai langkah mempromosikan kesehatan secara global melalui sepak bola.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa, dengan berfokus pada pengendalian tembakau, pola makan, nutrisi yang sehat dan kesehatan mental, kerja sama ini diharap dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental semua orang melalui olahraga.

“Kampanye kesehatan melalui Piala Dunia 2022 ini diharapkan dapat menjangkau segala usia, terutama kaum muda,” harapnya.

Butuh Kerja Sama

Menurut Tedros, event besar seperti Piala Dunia 2022 ini bisa berhasil menerapkan kebijakan larangan merokok di stadion apabila didukung dengan kerjasama yang baik.

“Masing-masing dari tiga mitra telah lama mempromosikan langkah-langkah pengendalian tembakau, dan itu sangat efektif," ucapnya.

"Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya kesehatan dan tembakau,” tutupnya

Undang Influencer

Qatar tentu berharap Piala Dunia yang mereka gelar berjalan lancar dan sukses. Berbagai cara pun dilakukan negeri kaya di Jazirah Arab tersebut, termasuk mendatangkan para influencer dari berbagai belahan dunia.

Sekitar 1600 fans dari negara-negara yang lolos ke Piala Dunia 2022 telah diundang meramaikan turnamen sepakbola terbesar sejagat tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru, fans dari 32 negara peserta itu diminta menyanyikan yel-yel paling populer negara mereka (yang telah dipilih pihak penyelenggara).

Masing-masing diberi waktu 5 menit dalam upacara pembukaan Piala Dunia Qatar sebelum pertandingan pertama antara tuan rumah melawan Ekuador pada 20 November 2022.

"Kami akan berbagi lagu dari negeri peserta agar semua orang jadi makin kenal satu sama lain," ujar salah satu penyelenggara.

Sekitar 30 sampai 50 orang suporter akan dipilih untuk mewakilkan negara-negara peserta. Namun, nama-nama yang dipilih tidak terkait dengan "orang-orang yang punya agenda politik".

"Kamera akan bergantian fokus pada grup masing-masing negara. Bersiap dengan kostum, bendera dan syal untuk memberikan dukungan serta teriakan," lanjut panpel tersebut membocorkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan