Jadi Tumbal Kemenangan Bayern Munich, Sadio Mane Bikin Senegal Was-was Hadapi Piala Dunia 2022

Senegal akan berhadapan dengan Belanda pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 09 November 2022, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Duel pun harus dilanjutkan melalui babak adu penalti. Tiga penenndang Segal berhasil mencetak gol, sedangkan Mesir cuma mencetak satu gol.

Alhasil, Senegal mendapatkan tiket bermain di Piala Dunia 2022 usai mengalahkan Mesir lewat drama adu penalti 4-2. Di grup A, Senegal bergabung dengan Ekuador, tuan rumah Qatar, dan Belanda.

Badai Cedera

Cedera yang menimpa para pemain top jelang Piala Dunia 2022 tidak hanya menimpa Mane saja. Sebelumnya, sejumlah pemain juga mengalami nasib yang sama. Di Liga Inggris, Son Heung-min yang menjadi penyerang andalan Korea Selatan harus menjalani operasi akibat cedera di wajah. 

Dia mengalami retak soket mata kiri usai berbenturan dengan pemain lawan di Liga Champions. 

Kondisi yang sama juga menimpa, Raphael Varane. Bek tangguh asal Prancis itu juga terancam absen di Piala Dunia 2022 setelah mengalami cedera saat memperkuat timya, Manchester United. 

Nasib yang sama juga menimpa Diogo Jota. Pemain timnas Portugal itu harus melupakan mimpinya tampil di Piala Dunia 2022 setelah mengalami cedera parah saat memperkuat Liverpool. 

FIFA Dikritik

Rentetan cedera yang menimpa para pemain top di liga membuat marah legenda Liverpool, Jamie Carragher. Dia mengecam FIFA yang telah mengubah waktu turnamen dari periode musim panas yang menjadi pertengahan musim.

“Saya pikir itu adalah aib mutlak bahwa Piala Dunia berada di posisi itu, karena banyak alasan,” kata Carragher di CBS Sports.

'Itu korup bahwa Qatar diberi Piala Dunia, kami tahu itu pada saat itu," sambungnya.

Carragher juga menyoroti alasan FIFA yang mengganti jadwal Piala Dunia 2022 yang awalnya terjadi pada musim panas ke musim dingin.

Piala Dunia dipindahkan ke musim dingin sebagaimana suhu udara di sana jauh lebih bisa diterima (sekalipun beberapa stadion juga dilengkapi AC).

Suhu musim panas rata-rata di Qatar berkisar dari sekitar 35 derajat celcius hingga 45 derajat celcius, sedangkan selama musim dingin suhunya turun menjadi rata-rata 16 derajat celcius hingga 24,5 derajat celcius.

"Mereka berkampanye untuk menggelarnya di musim panas. Mereka bilang tidak mungkin ada Piala Dunia di musim panas dengan suhu di sana, itu dipindahkan ke situasi di mana sekarang di tengah musim," ucapnya.

"Gara-gara ini, Pemain yang menghabiskan seluruh hidup mereka bermimpi bermain di Piala Dunia dan sekarang bisa [cedera] - seperti yang telah kita lihat dengan Son dan pemain di seluruh dunia," tegasnya.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan