Ivan Toney Terancam Batal ke Piala Dunia 2022 karena Kasus Judi

Ivan Toney saat ini menghadapi situasi sulit setelah dituduh terlibat judi, yang akan membuatnya bisa batal melakukan debut bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Diterbitkan 08 November 2022, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya membantu FA dengan pertanyaan mereka, dan tidak akan membuat komentar apa pun sampai penyelidikan tersebut mencapai kesimpulannya," tulis Toney.

"Saya orang Inggris yang bangga dan selalu menjadi impian saya untuk bermain untuk negara saya di Piala Dunia," katanya lagi.

Ia berharap masalah ini tak membuat kesempatan memperkuat Timnas Inggris pupus. Apalagi, membela 'Tiga Singa' merupakan impiannya sejak kecil.

Ketat

Kubu Brentford sendiri telah merilis pernyataan singkat berbunyi, "Brentford menolak berkomentar mengenai situasi yang mendera Ivan Toney."

Sebuah sumber mengatakan bahwa Toney tidaklah bodoh. Dia tahu situasi ini sangat berdampak buruk bagi dirinya meski telah bersikeras menyatakan tidak terlibat.

"Dia melakukan semua hal yang bisa dilakukan. Dia telah menyerahkan ponsel pribadinya, catatan-catatannya, dan berbicara banyak hal dengan perwakilan FA."

"Dia hanya bisa lepas dari kasus ini dan ikut terbang ke Qatar andai FA bisa menutup kasusnya tepat waktu. Jadi, tempatnya di Timnas Inggris tergantung dari progres penyelidikan yang dilakukan FA," lanjut sumber yang sama.

FA sendiri sejak 2014 telah melakukan pengetatan terhadap pemain professional Liga Inggris. Mereka dilarang untuk mengikuti taruhan yang berhubungan dengan sepakbola di seluruh dunia.

 

Kasus Lain

Aturan ini mulai berlaku pada 1 Agustus 2014 atau mulai efektif dijalankan pada musim 2015. Pemain yang dilarang meliputi delapan tingkatan sistem liga Inggris, mulai dari Premier League hingga Isthmian League.

Sebelumnya pemain hanya dilarang mengikuti taruhan di kompetisi dimana mereka terlibat langsung di dalamnya. Larangan diatas tidak hanya berlaku pada taruhan pertandingan saja, tetapi juga semua hal yang berhubungan dengan sepakbola. Seperti taruhan transfer pemain, penunjukan manajer, seleksi tim, dan lain sebagainya.

Selain itu, pemain juga dilarang untuk menyampaikan informasi dari internal klub ke pihak ketiga yang digunakan untuk kepentingan taruhan.

Pada tahun 2013 setidaknya tiga pemain telah terbukti ikut taruhan dan telah dihukum denda oleh FA. Pemain tersebut adalah Pemain sayap Spurs, Andros Townsend yang dikenai denda sebesar 18.000 pounds, striker Cameron Jerome didenda 50.000 pounds, dan Daniel Gosling dengan denda 30.000 pounds.

Meski sudah menjadi rahasia umum apabila beberapa pemain ikut bertaruh itu hanya sekadar iseng, tanpa terlibat dalam skandal pengaturan skor.

Apa yang menimpat Ivan Toney mengingatkan pada kasus bek kanan timnas Inggris, Kieran Trippier dan striker Liverpool, Daniel Sturridge.

 

Trippier merupakan bek andalan Athletico Madrid. Sang pemain sudah turun dalam 19 pertandingan di berbagai ajang musim ini, serta telah menyumbangkan empat buah asis di LaLiga.

Setelah menjalani sidang dugaan kasus perjudian, Trippier dihukum tidak boleh bermain selama 10 bulan di seluruh dunia.

Trippier dinilai mengambil keuntungan pribadi terkait proses transfernya dari klub Inggris, Tottenham Hotspur, menuju tim anggota Liga Spanyol, Atletico Madrid, pada Juli 2019.

Seperti dikutip dari BBC, pemain berusia 30 tahun itu diduga melakukan tujuh pelanggaran terhadap peraturan judi. Trippier sempat mengelak sangkaan pelanggaran dalam awal investigasi yang dilakukan FA tersebut.

Namun, setelah dimintai keterangan lebih lanjut, Trippier diketahui melakukan empat pelanggaran sehingga mendapat sanksi dan tambahan denda sebanyak 70 ribu Poundsterling (sekitar 1,35 miliar Rupiah).

Butir aturan yang dilanggar oleh Trippier mengacu pada pasal E8 ayat 1 dalam regulasi terkait perjudian sepakbola di Inggris.

Tepatnya, adalah larangan setiap pihak dalam lingkar sepak bola profesional memberi informasi yang bersifat menguntungkan seseorang atau petaruh demi mendapat keuntungan.

Sedangkan Daniel Sturridge dituduh memberi informasi penting terkait proses transfernya pada 2018.

Sturridge pada akhirnya mendapat hukuman larangan tampil selama empat bulan serta denda mencapai 150 ribu poundsterling atau hampir setara dengan 3 miliar rupiah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan