Menanti Inggris Wujudkan Football is Coming Home di Piala Dunia 2022

Penggalan lirik lagu "Three Lions" menggambarkan kekecewaan sekaligus kerinduan akan trofi Piala Dunia. Inggris masih coba mewujudkan itu.

Diterbitkan 05 November 2022, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Seiring dengan kepopulerannya, kalimat football’s coming home” pun turut semakin populer di kalangan para pendukung Inggris. Hal ini dikarenakan dalam pembuka lagu ini, terdapat lirik yang dinyanyikan oleh banyak orang yang berbunyi, "It`s coming home, it`s coming home, it`s coming, football`s coming home. Lirik pembuka lagu Three Lions tersebut amat akrab di telinga banyak pendukung Inggris kala itu.

Sering Kalah

Lagu “Three Lions” juga dirilis Kembali dengan versi terbaru pada Juni 1998 menjelang Piala Dunia. Seperti lagu sebelumnya, "Three Lions" versi 1998 langsung merajai puncak tangga lagu dan bertahan selama tiga minggu.

"Ini adalah lagu tentang bagaimana kami sering kalah," kata David Baddiel kepada pada radio BBC. "Dan itu adalah lagu yang ingin kami nyanyikan."

Baddiel dan Skinner merupakan presenter acara televisi "Fantasy Football League" pada masa itu. Mereka menulis syair "Three Lions" kemudian meminta Broudie membuat irama musik pada tembang yang menjadi legendaris itu.

Tapi dalam konteks Piala Dunia, sepakbola yang dimaksud pada kalimat “football’s coming home” adalah trofi Piala Dunia. Mereka beranggapan bahwa sudah sepantasnya trofi paling bergengsi di ajang sepak bola itu kembali ke negara asalnya. 

Sejarahnya Sendiri

Sebagian besar pendukung Inggris percaya bahwa sepak bola adalah olahraga yang lahir di tanah kelahiran mereka. Walau masih bisa diperdebatkan kebenarannya, anggapan tersebut sebenarnya tidak berlebihan. Inggris adalah negara yang menjadi tempat dirumuskannya peraturan tentang sepak bola atau yang kini biasa dikenal sebagai Laws of the Game.

Di Inggris, hubungan antara sepak bola dan musik memang begitu dekat. Tak hanya sebagai penggemar tapi beberapa musisi memiliki klub atau berinvestasi sebagai pemegang saham.

Sebagai contoh, musisi besar Inggris dan eks personel band Oasis, Noel Gallagher, merupakan penggemar berat klub Manchester City.

Salah satu lagu hits Oasis yang ditulis Noel Gallagher yakni "Don't Look Back in Anger" pun sempat dinyanyikan Pep Guardiola saat pesta perayaan juara Man City musim lalu.

Membuat Sejarah Sendiri

Tetapi salah satu jargon yang paling sering digunakan manajer Inggris Gareth Southgate dalam turnamen ini adalah agar timnya "membuat sejarahnya sendiri" dan tidak menanggung beban masa lalu.

Inggris mengalami peningkatan performa sejak dilatih Southgate. Skuad The Three Lions mampu mencapai partai final Euro 2020. Sebelumnya mereka berhasil mencapai semifinal Piala Dunia 2018.

Hal tersebut menjadikan Inggris menjadi salah satu kandidat juara Piala Dunia 2022. Inggris tergabung di grup yang terbilang cukup mudah. Mereka akan berhadapan dengan Amerika Serikat, Wales dan Iran.

Kini penantian pendukung Inggris untuk membawa pulang trofi Piala Dunia sudah 55 tahun atau setengah abad lebih.

Apakah Inggris benar-benar bisa memulangkan sepakbola ke rumahnya dalam bentuk trofi juara Piala Dunia 2022? Menarik untuk dinanti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan