Trofi Jules Rimet Hilang di Brasil, Hingga Kini Tak Pernah Ditemukan

Belasan tahun trofi Jules Rimet yang disimpan di Brasil, sebagai negara yang tiga kali menjuarai Piala Dunia, akhirnya dicuri dan hingga kini tidak pernah ditemukan

Diterbitkan 31 Oktober 2022, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jelas pencurian trofi itu menggegerkan Brasil. Presiden CBF kala itu, Giulite Coutinho, mengeluarkan permintaan publik agar rakyat Brasil bahu membahu mencari trofi tersebut. Coutinho mengatakan bahwa nilai spiritual trofi tersebut jauh lebih besar ketimbang nilai intrinsiknya.

Bank Negara Bagian Rio pun akan memberikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil mengembalikan Piala Jules Rimet dalam kondisi semula.

Lenyap

Pada akhirnya, trofi ini tidak pernah ditemukan. Polisi sebenarnya sudah menangkap dua orang dalam yang sebelumnya pernah bekerja sebagai pesuruh di kantor CBF, tetapi kemudian melepasnya. Kemudian, satu orang tersangka lain, Antonio Carlos Aranha, ditembak mati pada 1989.

Trofi yang sempat hilang di negara penemu sepak bola itu pada akhirnya benar-benar lenyap ketika berada di negara raja sepak bola. 

Pernyataan  Abarain Tebel menjadi senjata makan tuan, trofi itu hilang di bawah pengawasan konfederasi yang dipimpinnya.

The Guardian pun meyakini bahwa piala yang juga membawa sejarah sepakbola dunia tersebut telah dilebur dan dijual sebagai bullion atau logam mulia (dengan tingkat kemurnian minimal 99,5 %). Jika dihitung, dengan kurs rupiah sekarang Piala Jules Rimet diperkirakan bernilai seharga 3,3 miliar.

 

 

Simbol

Insiden ini sempat pula memunculkan rumor bahwa Trofi Jules Rimet yang diserahkan Inggris kepada FIFA pada 1970 adalah replika. Lantaran percaya gosip itu, FIFA berani membayar 254.500 poundsterling saat Inggris melelang trofi replikanya pada 1997.

Lewat bantuan ahli perhiasan, FIFA lantas melakukan serangkaian pemeriksaan. Namun, hasil yang didapat ternyata menunjukkan bahwa trofi yang dilelang Inggris merupakan replika dan trofi yang hilang di Brazil benar-benar trofi asli.

Merujuk apa yang diucapkan Pele, nilai material dari piala tersebut tidak sebanding dengan sejarah di dalamnya yang terkandung jerih payah pesepakbola Brasil untuk menjadi yang terbaik di dunia; karena piala adalah simbol kejayaan, dan kejayaan tak pernah bisa ditukar dengan uang.

Entah ada apa dengan trofi Jules Rimet itu. Sebelum menghilang di Inggris dan Brasil, trofi buatan Abel Lafleur itu seolah dibayangi oleh nasib buruk.

Dalam dokumenter 'The Rimet Trophy' arahan Lorenzo Garzella, Filippo Macelloni, dan Cesar Meneghetti, usai Italia menjuarai Piala Dunia untuk kali kedua pada 1938, trofi Jules Rimet disimpan di brankas sebuah bank di Roma. Akan tetapi, karena khawatir dengan penjarahan Nazi, trofi itu kemudian diselundupkan oleh presiden FIGC kala itu, Ottorino Barassi, ke apartemennya.

Apa yang dilakukan Barassi itu ternyata diketahui oleh serdadu Nazi. Apartemennya digeledah. Akan tetapi, para serdadu Nazi gagal menemukan trofi buatan tahun 1929 tersebut. Penyebabnya, mereka tidak cukup telaten, karena trofi itu sebenarnya ada di apartemen Barassi dan disembunyikan di sebuah kotak sepatu tua.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan