Meski pada akhirnya Paolo Guerrero cs. tidak mampu lolos ke fase gugur karena hanya menempati posisi tiga di Grup C, suporter Peru telah menunjukkan semangat dalam mendukung tim mereka. Jarak 14.000 km yang membentang antara Peru dan Russia tidak menjadi halangan bagi mereka untuk dating memberikan dukungan pada timnasnya.
“Peru tersingkir dari turnamen Piala Dunia dengan permainan yang baik tanpa rasa takut. Namun di atas semuanya itu, tim ini telah didukung oleh salah satu basis penggemar terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Saya mengangkat topi untuk mereka,” tutur Antonio Banderas, aktor pemeran Zorro, dikutip dari Andina.
Sungguh luar biasa pengorbanan yang diberikan oleh pendukung Peru untuk bisa datang ke Rusia. Beberapa dari mereka rela keluar dari pekerjaannya, menjual mobil, dan melakukan perjalanan jauh selama 64 jam demi tiba di Rusia.
Pengorbanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1770661/original/021467700_1510726582-20171114-Aksi-Dukun-Peru-Jelang-Hadapi-Selandia-Baru-AP-6.jpg)
Maka ketika Peru harus tersingkir, kalah dari Prancis dengan skor 0-1 dalam laga 21 Juni 2018, kesedihan terasa dari wajah para pendukung Peru. Ada yang marah hingga menangis tersedu-sedu melihat nasib timnas mereka.
Suasana suram semakin terasa jika mengingat pengorbanan sejumlah pendukung Peru. "Beberapa orang menjual rumah mereka agar bisa berada disini (Piala Dunia 2018). Kamu juga akan gugup seperti mereka (setelah Peru) kalah," kata Eduardo, laki-laki asal Peru kepada The Guardian.
Pengorbanan pendukung Peru untuk Piala Dunia 2018 terbilang nekat. Selain menjual rumah, para pendukung Peru rela hanya makan kue untuk sehari dan tidur di jalanan.
"Beberapa orang datang ke sini dengan biaya 1.000 pound sterling (sekitar Rp 18 juta), mereka makan kue agar bisa bertahan dalam sehari, tidur di jalanan, dan pergi dengan kereta ke Ekaterinburg yang memakan waktu 32 jam karena gratis. Ini untuk menyaksikan pertandingan melawan Prancis," ujar Guillermo Espinoza, pria asal Peru beberapa hari sebelumnya.
Jual Barang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1770658/original/057960100_1510726580-20171114-Aksi-Dukun-Peru-Jelang-Hadapi-Selandia-Baru-AP-3.jpg)
Bahkan ada pendukung Peru yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Ini demi mendapatkan uang tambahan. "Beberapa orang hengkang dari pekerjaannya. Ketika kamu hengkang setelah lama bekerja, kamu menerima uang tambahan," lanjut Guillermo Espinoza.
Angel Carranea, seorang suporter dari kota Lima, rela menjual mobil Ford Mustang GT kesayangannya demi berangkat ke Rusia. Baginya, momen kembalinya Peru ke lapangan Piala Dunia 2018 setelah 36 tahun tak lolos kualifikasi harus dirayakan dengan meriah.
Angel gak sendirian, banyak warga Peru yang melakukan hal serupa dari menjual barang-barang berharga hingga meninggalkan pekerjaan. Semua mereka lakukan demi mendengar langsung lagu nasional Peru berkumandang di momen Piala Dunia 2018.
Kisah menarik lain datang dari Guillermo Espinoza, seorang guru Bahasa Inggris di kota Lima. Ia menjadi saksi perjuangan seorang teman yang berusaha keras menaikkan berat bedan sebanyak 24 kg jelang Piala Dunia 2018.
Hal ini ia lakukan untuk mendapatkan tiket kelas easy-access extra-width yang menyaratkan berat badan tertentu. Selain lebih mudah didapatkan, kursi kelas spesial ini juga menawarkan pemandangan yang lebih bagus ke lapangan hijau. Harganya tentu lebih mahal, tapi gak sebanding dengan 36 tahun penantian mereka pada timnas Peru.
Sesampainya di Rusia, perjuangan para Peruvian belum berhenti. Mereka memenuhi jalanan menuju kota Saransk sebelum laga Peru kontra Denmark berlangsung. Banyak yang mengincar kereta gratis menuju Ekaterinburg meski harus menempuh 32 jam lamanya perjalanan.
Karena biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit, para Peruvian ini rela tidur di lantai-lantai stasiun
Cerita seru juga datang dari Rodriguo Verastegui, seorang suporter timnas Peru yang datang ke Rusia bersama rombongan keluarga. Ia mengajak serta ayah, ibu, istri dan anak laki-lakinya yang baru berusia 4 tahun.
Terakhir kali timnas Peru berlaga di Piala Dunia pada tahun 1984, Rodriguo baru berusia 2 tahun. Sepanjang hidupnya belum pernah menyaksikan kemeriahan luar biasa seperti ini di tanah Peru. Maka ia tidak ingin melewatkan kesempatan, merogoh kocek dalam bukan masalah asal bisa menyaksikan langsung aksi para pesepakbola andalan Peru di rumput Rusia.
Kekalahan Peru atas Denmark di putaran terakhir babak penyisihan tentu menyisakan pilu di hati para suporter. Tapi momen ini tetap layak dirayakan, Peruvian bisa kembali memenuhi tribun-tribun stadion setelah 36 tahun vakum dari Piala Dunia 2018.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8954236/original/079332300_1782972675-1200baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8951379/original/011742100_1782971100-IMG_0033.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8937575/original/046903900_1782964342-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)