Pembinaaan Bulu Tangkis Pakai Sport Science Dikenalkan di Audisi PB Djarum 2022

Audisi Umum PB Djarum 2022 juga diisi dengan peluncuran buku soal sport science yang bisa membuat pembinaan bulu tangkis Indonesia lebih efektif.

Diperbarui 19 Oktober 2022, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Buku ini merupakan kristalisasi dari pengalaman saya sebagai pemain, pelatih sejak tahun 1980, pengurus, dan sekaligus trainer bagi para pelatih. Perjalanan panjang tersebut menginspirasi setiap kata yang tertuang dalam buku ini. Idealisme sekaligus kepedulian terhadap masa depan prestasi badminton Indonesia adalah keyakinan yang tidak bisa ditawar,” katanya.

Mengurangi Kesalahan

 

Basri Yusuf mengatakan, konsep pelatihan yang tepat mampu mengatasi banyak masalah atau kesalahan yang biasa terjadi. Seperti rendahnya pelatihan atau pelatihan yang berlebihan (over training), pemberian beban dan intensitas latihan orang dewasa kepada atlet muda, sistem pelatihan yang tidak spesifik, program kompetisi dan pelatihan sesuai usia, hingga kelalaian dalam melatih gerakan dan keterampilan.

“Saya berharap dengan adanya buku ini dapat menjadi referensi kepelatihan bulutangkis yang berorientasi pada mencetak atlet berprestasi kelas dunia. Oleh karenanya, praktik penerapan buku ini harus didasari pada kesadaran penuh bahwa tidak ada proses yang instan, melainkan kedisiplinan dan berkesinambungan yang terencana dengan baik,” kata pemilik nama lengkap Akhmad Khafidz Basri Yusuf.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin menyambut positif diluncurkannya buku “Pembinaan Badminton Berbasis Sport Science”. Menurutnya, karya ini penting bagi para pelatih usia dini agar diterapkan kepada atlet binaan, maupun orangtua untuk membaca buku ini sebagai panduan anaknya terjun sebagai atlet.

“Djarum Foundation mendukung penuh peluncuran buku ini. Kami menganggap ini merupakan hal penting sebagai bekal untuk aspek pelatihan atlet usia dini. Mungkin sudah banyak yang menerapkan sport science di lapangan, tapi pembahasan sport science dalam bentuk buku ini baru pertama kali,” ucap Yoppy.

 

Sangat Membantu

 

Yoppy menambahkan, bahwa PB Djarum juga telah menerapkan pendekatan sport science kepada atlet usia dini. Ia menganggap pentingnya pelatihan berbasis sport science dari segala aspek mulai dari aspek fisik, fisioterapi, nutrisi, psikologi, hingga menganalisa kemampuan lawan tanding. Di samping itu, terdapat pula perbedaan atlet yang menerapkan sport science dengan yang tidak.

“Yang paling jelas terlihat itu zamannya Hariyanto Arbi yang masih pakai ilmu titen bahasa Jawanya, itu hanya berdasarkan daya ingat saja. Nah sekarang dengan sport science bisa melihat kebiasaan lawan ketika bermain di lapangan lewat rekaman video. Apa kelemahan dan kelebihan lawan, itu ada presentasinya. Sehingga dari situ bisa digali dan di-review secara ilmiah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yoppy berharap dengan lahirnya buku karya Basri Yusuf ini, pendekatan sport science bisa lebih merata diterapkan oleh klub-klub bulutangkis di seluruh pelosok Indonesia, khususnya daerah terpencil.

“Nah buku ini penting karena memberikan ilmu dasar mengenai sport science sehingga nantinya pelatih maupun atlet jadi mengerti. Kalau bisa pelatih yang di daerah-daerah dan khususnya pelatih usia dini dapat menerapkan agar atletnya terbiasa untuk menerima sport sicence,” pungkasnya.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan