ONE Championship: Eko Roni Saputra Bertekad Perpanjang Rekor Demi Mendiang Ayah Mertua

Petarung MMA Indonesia Eko Roni Saputra punya motivasi untuk mengalahkan Yodkaikaew Fairtex pada ajang ONE Championship, ONE 162, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/10/2022). Ini demi mempersembahkan kemenangan untuk mendiang ayah mertua, Rudiansyah Noor.

Diterbitkan 19 Oktober 2022, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Eko Roni Saputra akan bertanding pada Jumat, 21 Oktober 2022. Petarung MMA Indonesia itu punya motivasi berlipat untuk mengalahkan Yodkaikaew Fairtex demi mempersembahkan kemenangan untuk mendiang ayah mertua, Rudiansyah Noor.

Petarung 31 tahun itu mendapat kabar duka dua pekan sebelum berlaga pada ajang ONE Championship, ONE 162, di Kuala Lumpur, Malaysia. Eko, yang tinggal dan berlatih di Evolve MMA Singapura sejak akhir 2018, sempat pulang ke kampung halaman demi menjenguk ayah mertua.

Dia kemudian terbang kembali ke Singapura demi mematangkan strategi berlaga. Tapi beberapa hari berselang, sang ayah mertua menghembuskan napas terakhir pada 4 Oktober di Samarinda.

Meski dirundung duka, Eko terus berlatih demi mewujudkan harapan sang mendiang ayah mertua untuk melihatnya berprestasi di pentas dunia.

"Sebelum kepergian mertua, saya telepon memang sakitnya sudah cukup parah. Makanya saya cepat-cepat balik ke Indonesia, saya langsung bantu di sana, mengurusi, karena kondisinya memang sangat parah," kata ayah satu anak ini dalam wawancara virtual dengan beberapa media Tanah Air akhir pekan lalu.

“Beliau sempat menanyakan bagaimana karier saya, kontrak bagaimana, dan semuanya," lanjut Eko.

 

Berhutang Budi Pada Mertua

Eko Roni Saputra mengaku banyak berhutang budi pada sang mertua, terutama dalam awal kariernya sebagai atlet. Eko lahir dari keluarga sederhana dan hidup dengan segala keterbatasan, tapi mertuanya selalu percaya serta suportif terhadap potensinya.

Meski belum memiliki pendapatan stabil dan masa depan cemerlang, sang mertua tidak banyak menuntut. Eko dan keluarga kecilnya bahkan tinggal di rumah mertua.

Ketika dia dan sang istri kesulitan dari segi finansial karena putranya lahir prematur, kedua mertuanya juga banyak membantu.

"Istri saya melahirkan anak prematur, dan saat baru dua minggu, sudah saya tinggal pelatnas. Dengan pendapatan saya pelatnas, itu tidak cukup membiayai anak kami," kenang mantan pegulat nasional ini.

"Namanya anak prematur, ada saja keluhannya. Karena alergi, anak saya tidak bisa minum ASI. Jadi untuk satu minggu itu kebutuhan beli susu sekitar Rp 400 ribuan. Dengan gaji pelatnas saya, tidak cukup untuk membiayai. Jadinya mertua saya yang membelikan," imbuhnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan