Cerita Indonesia Lolos ke Piala Dunia 1938

FIFA mengakui Indonesia sebagai negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia dengan mengusung nama Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 Prancis.

Diperbarui 17 Oktober 2022, 17:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah mencatat Indonesia adalah negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia dengan mengusung nama Hindia Belanda untuk edisi 1938 di Prancis. FIFA pun sudah mengakui itu.

Lalu bagaimana Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 1938? Jawabannya sesederhana aturan turnamen kala itu. Ya, Indonesia lolos tanpa harus bertanding melawan negara-negara Asia lainnya di babak kualifikasi seperti sekarang.

Dinukil dari berbagai sumber, salah satunya catatan KNVB, tiket untuk Indonesia terbang ke Prancis 1938 diperoleh secara gratis alias cuma-cuma. Tetapi bukan tanpa sebab.

Sejumlah negara memutuskan menolak berpartisipasi di Prancis 1938 karena berbagai alasan, termasuk situasi geo politik ketika itu. Di antaranya Inggris, Skotlandia, China, Jepang, Kosta Rika, Argentina, Uruguay, Kolombia, Meksiko, El Salvador, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Namun, bukan berarti Indonesia diizinkan hadir tanpa syarat. Sebab FIFA juga memandang kualitas sepak bola Hindia Belanda di era 1930-an merupakan salah satu yang terbaik.

Ada catatan sejarah dalam Arsip Nasional Belanda yang menyebutkan Hindia Belanda pernah berpartisipasi di ajang Olimpiade Asia Timur Jauh yang melibatkan Kekaisaran Jepang, Republik China, dan Kepulauan Filipina yang bertindak sebagai tuan rumah.

Delapan cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dalam pesta olahraga Far Eastern Championship Games 1934 yakni atletik, bisbol, bola basket, selam, sepak bola, renang, tenis dan bola voli.

Hindia Belanda Bantai Jepang

Di cabor sepak bola, Hindia Belanda berada di posisi kedua di belakang China. Setelah membantai Jepang 7-1 dalam laga pertama, Hindia Belanda, harus takluk di dua pertandingan selanjutnya.

Masing-masing kalah 0-2 dari China dan 2-3 dari tuan rumah Filipina dalam pertandingan terakhir.

Meski hanya mengoleksi dua poin, dan menelan dua kali kekalahan, Hindia Belanda menempati posisi kedua pada klasemen akhir karena unggul produktivitas gol dari Filipina dan Jepang yang juga sama-sama mengoleksi poin sama.

Jika Far Eastern Championship Games 1934 jadi acuan FIFA saat itu, untuk menentukan wakil Asia di Piala Dunia 1938, maka seharusnya China yang berhak hadir di Prancis. Ajang Far Eastern Championship Games sendiri batal dilaksanakan pada tahun 1938.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sepak bola berkembang pesat di Hindia Belanda pada era 1930-an, di mana Persatuan Sepak Bola Hindia Belanda (NIVU) didirikan. Ada sekitar 400 klub dengan 4.000 anggota. Tetapi tidak ada persaingan nyata karena sebagai wilayah kepulauan, Hindia Belanda terlalu besar dan transportasi menjadi kendala utama pada zaman itu. Karenanya model kompetisi yang dilaksanakan di wilayah perkotaan banyak diadakan di Jawa dan Sumatera. Tim pemenang dari masing-masing kota dan pulau, kemudian bermain untuk kejuaraan Hindia Belanda. Sejumlah pemain pilihan dari Kejuaran Hindia Belanda tersebut, kemudian pergi ke Prancis untuk menghadapi salah satu negara kuat sepak bola kala itu, Hongaria pada 5 Juni 1938 di Kota Reims, Prancis. Piala Dunia saat itu, dikemas sederhana, dari mulai penentuan peserta hingga sistem kompetisi gugur. Mereka yang kalah harus angkat koper.

Halaman
Show All
Mohamad Taufik, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan