Buntut Tragedi Arema: Liga 1 Dihentikan Sementara, Kompetisi Lain Tetap Bergulir

Sekretaris Jendral PSSI Yunus Nusi menegaskan sejumlah kompetisi, termasuk Liga 2, Liga 3, dan kualifikasi Piala Asia U-17 2023 akan tetap berlanjut, usai terjadinya kerusuhan yang melibatkan suporter Arema dalam laga pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

Diperbarui 02 Oktober 2022, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Salah seorang suporter yang selamat dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Rezqi Wahyu, menceritakan detik-detik kejadian mencekam tersebut melalui Twitter.

Kerusuhan bermula dari satu orang Aremania di tribun selatan yang nekat masuk ke lapangan dan mendekati pemain Sergio Silva dan Adilson Maringa. Sang suporter mencoba memberikan motivasi dan kritik terhadap penggawa Arema itu.

Aksi ini lantas diikuti beberapa pendukung Singo Edan lain yang masuk ke lapangan guna meluapkan kekecewaannya. Jumlah suporter di lapangan kian banyak dari berbagai sisi stadion. Mereka pun mulai bertindak agresif dengan melemparkan benda-benda ke lapangan.

Dilarang Jadi Tuan Rumah

Komite Disiplin (Komdis) PSSI Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing juga amat menyesalkan terjadinya insiden di Stadion Kanjuruhan. Ia mengeklaim pihaknya akan segera menyidangkan kasus tersebut. Arema pun terancam tak bisa menjadi tuan rumah hingga akhir pelaksanaan Liga 1 musim ini.

“Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema, bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi Liga 1 musim ini, tidak diperkenankan menjadi tuan rumah,” ujarnya seperti dilansir dari situs resmi PSSI pada Minggu (2/10/2022).

Erwin juga mengungkap bahwa Singo Edan berpotensi menerima sanksi lain, di samping pelarangan menjadi lokasi perhelatan matchday Liga 1. Setiap pihak yang bersalah dalam peristiwa pun dipastikan bakal dihukum.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan