Prancis Dihantam Masalah Pribadi dan Cedera Pemain Jelang Piala Dunia 2022

Pelaith timnas Prancis, Didier Deschamps puyeng dengan beberapa masalah pribadi pemain dan cedera yang ada.

Diterbitkan 22 September 2022, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Prancis, Didier Deschamps sedang pusing menghadapi Piala Dunia 2022 yang tinggal dua bulan lagi. Timnas Prancis tak hanya menghadapi hantu cedera tapi juga masalah pribadi dan persoalan yang menimpa Federasi Sepakbola Prancis (FFF).

Kapten timnas Prancis, Hugo Lloris, mengaku khawatir dengan kondisi timnas Prancis saat ini. Meski begitu Lloris percaya Prancis akan kembali bisa menghadapi berbagai masalah yang ada.

"Saya tidak memiliki semua fakta tentang tuduhan FFF, jadi saya tidak tahu apakah semua itu berdasar," kata Lloris seperti dikutip dari L'Equipe.

Presiden FFF, Noel Le Graet dituduh telah melakukan berbagai pelecehan seksual kepada para pegawai wanita FFF selama menjabat sebagai presiden.

Sedangkan di internal timnas, Deschamps harus menghadapi perselisihan yang melibat dua pemain bintang yakni Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Masing-masing dengan persoalan yang berbeda.

Pogba menghadapi kasus pemerasan yang saat ini tengah bergulir di jalur hukum. Satu per satu keterangan gelandang Juventus itu kepada pihak kepolisian belakangan juga terkuak kepada publik.

Menurut La Monde, Pogba telah menceritakan kronologis kejadian dalam laporannya kepada pihak berwajib, Agustus lalu. Dalam laporan tersebut, mantan pemain Manchester United itu sempat bercerita mengenai situasi mencekam yang sempat dihadapinya saat berurusan dengan para pemeras.

Insiden itu menimpanya pada 19 Maret 2022 lalu. Saat itu, dia tengah menjalani latihan bersama timnas Prancis di Clairefontaine. Setelah libur sehari, Pogba siap pulang sekitar tengah malam.

Kasus Pogba

Namun teman-temannya membawa dia ke sebuah rumah susun di Chanteloup-en-Brie. Dia mengaku berada di sana hingga pukul 04.00 dengan telepon selular disita dalam posisi yang tidak menyala.

Dua orang pria berkerudung dan rompi anti-peluru kemudian masuk. Mereka menenteng senjata api dan mengarahkannya kepadanya. "Saya sangat takut," kata Pogba.

Saat itu, para pemeras menuntut bayaran sebesar 13 juta Euro, tapi hanya dibayar tunai 3 juta Euro. Uang itu menurut para pelaku merupakan biaya perlindungan keamanan Pogba selama beberapa tahun ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kasus itu sudah diselidiki oleh pihak kepolisian sejak 2 September lalu, dan menemukan titik terang dengan ditangkapnya Mathias Pogba yang saudaranya sendiri. Mathias Pogba diduga menjadi otak dari kejadian tersebut. Sebelumnya, dalam sebuah video singkat di Instagram, Mathias menuduh Paul Pogba telah meminta bantuan dukun untuk mengirim guna-guna Kylian Mbappe. Namun tuduhan itu tidak dihiraukan oleh Mbappe, yang lebih mempercayai Paul Pogba, pencetak gol dalam kemenangan atas Kroasia di final Piala Dunia 2018.

Halaman
Show All
Yo Kavya, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan