Rekaman kemudian menunjukkan Redmayne terlihat berdiri di gawang, mengayunkan lengan dan kakinya.
Namun setelah itu, sebuah gerbang terbuka untuk melepaskan banteng yang tampak marah langsung menuju pria yang berkostum Redmayne.
Seolah-olah semua kemarahan dan frustrasi dari bangsa itu ditampung dan diwujudkan ke dalam hewan yang satu ini saat ia menyerbu ke arah pria berkostum Redmayne.
Pria itu mencoba menghindari banteng dengan beberapa gerakan tarian halus. Namun, dia akhirnya ditendang oleh banteng tersebut.
Ada sorakan dan teriakan yang sama dari penonton yang melihat, penghinaan mereka terhadap kiper Australia benar-benar terpancar.
Pengakuan Redmayne
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4051922/original/061580900_1655174181-AP22164768145429.jpg)
Meski telah membawa Australia lolos ke Piala Dunia, Andrew Redmayne enggan dirinya disebut sebagai pahlawan. Dia menilai dirinya hanya memainkan sedikit peran dalam keberhasilan itu.
"Jika saya bisa mendapatkan 1 atau 2% dengan melakukan sesuatu yang bodoh dan membodohi diri sendiri, maka saya akan melakukannya," katanya kepada wartawan, dilansir Insport.
"Saya hanya memainkan peran kecil, saya tidak berpikir saya seorang pahlawan atau apa pun. Para pemain melakukan perubahan besar untuk menghabiskan 120 menit melawan lawan yang sangat bagus," sambungnya.
Terkait selebrasinya usai menggagalkan penalti terakhir Peru, Redmayne mengaku bingung karena mendapakan instruksi dari wasit.
Penjaga gawang berjanggut itu berlari ke sisi gawang dan berdiri diam dengan mata terbelalak dan tinju terkepal sebelum rekan satu timnya mengerumuninya.
"Saya pikir dia agak bingung dengan kejenakaan saya, dia mengancam kartu kuning beberapa kali karena mencoba memprovokasi pemain, saya bilang saya tidak melakukan itu," ucap Redmayne.
"(Dia) mengatakan kepada saya dua penalti terakhir: 'Jika Anda menyelamatkan ini, Anda menang tetapi jangan lari merayakannya karena kami perlu memeriksa VAR karena Anda banyak bergerak'." jelasnya.
Nyaris Gabung Arsenal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058651/original/019148000_1655725649-000_32CF6VA.jpg)
Andrew Redmayne menjalani karier profesionalnya di negara sendiri. Dia memulai karier di Institut Olahraga New South Wales (NSWIS) selama 2005-2006 dan Institut Olahraga Australia (AIS) selama 2006-2008.
Saat bermain di NSWIS, Redmayne berkesempatan uji coba (trial) singkat di Arsenal FC. Bahkan, dia nyaris mendapatkan kontrak dari Arsenal.
Namun, hal itu gagal karena Arsenal pada akhirnya merekrut Wojciech Szczęsny yang kala itu masih berusia 15 tahun
Redmayne kemudian berkelana di klub-klub Liga Australia. Memulai karier profesionalnya bersama Central Coast Mariners (2008-2010).
Kemudian dia hijrah ke Brisbane Roar (2010-2012), Melbourne City (2012-2015), Western Sydney Wanderers (2015-2017), dan kini membela Sydney FC (sejak 2017).
Selama kariernya itu, Andrew Redmayne pernah merasakan gelar juara Liga Australia bersama Brisbane Roar dan Sydney FC
Dari level Tim Nasional, Redmayne mengawali karier dari Australia U-19 yang menjuarai AFF U-19 Youth Championship 2008 di Bangkok, Thailand. Di final, Australia menang adu penalti atas Korea Selatan dengan skor 3-1.
Di level senior, dia baru melakukan debut pada 7 Juni 2019 dalam pertandingan persahabatan melawan Korea Selatan, dan tampil sebagai starter. Laga kontra Peru adalah caps ketiganya untuk tim senior Socceroos.
Pujian Pelatih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4052079/original/059057600_1655180767-000_32CF742.jpg)
Sementara itu, pelatih Graham Arnold memberikan pujian setinggi langit kepada Redmayne. Penampilan sang kiper disebut sebagai pembuktian bahwa keputusannya untuk membawa Redmayne ke Inter-Qualification Pra-Piala Dunia 2022 tidak salah.
"Dia adalah penyelamat penalti yang sangat bagus dan saya melakukan sesuatu yang dapat mempengaruhi mental mereka," jelas pelatih Graham Arnold pada konferensi pers pasca-pertandingan.
"Mereka mungkin bertanya pada diri sendiri pertanyaan, 'Mengapa orang ini dibawa? Dia harus baik'.
"Mungkin itulah alasan mereka membentur tiang. Ini adalah upaya mental 1% untuk menyusahkan pengambil penalti Peru. Itu adalah risiko tetapi berhasil." jelasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4088727/original/011840700_1661420896-220713_BOLA__Mencari_Raja_Dunia_di_Timur_Tengah_S.jpg)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4052081/original/096593600_1655180770-000_32CF74F.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265355/original/045692600_1671418522-AP22352542919732.jpg)