Skandal Abnormal Piala Dunia: Pipis di Gawang Sampai Pingsan di Atas Lapangan

Banyak kejadian tidak masuk akan terjadi selama 88 tahun Piala Dunia berlangsung.

Diterbitkan 20 Agustus 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tapi, sepertinya upaya itu gagal. Karena, Korea Selatan kalah 0-1 dari Jerman.

Diancam Diktator dan Curi Bus

Pada Piala Dunia 1974, Zaire atau yang sekarang dikenal Republik Demokratik Kongo membuat sebuah insiden yang membingungkan. Saat tertinggal 0-3 dari Brasil, Rivelino sedang siap-siap mengeksekusi tendangan bebas untuk menambah gol.

Tiba-tiba bek Zaire, Joseph Mwepu Ilunga, maju dari pagar betis dan menendang bola dengan keras dan jauh! Hal ini disebut karena ancaman dari presiden dan diktator Zaire ketika itu, Mobutu Sese Seko.

Setelah kalah 0-9 lawan Yugoslavia, para pemain diancam tidak boleh kembali ke Zaire sampai kalah 0-4 dari Brasil. "Saya panik dan menendang bola sebelum Rivelino menendangnya," ujar Mwepu soal insiden itu.

Zaire pun akhirnya hanya kalah 0-3 tapi cerita aneh tak berhenti sampai di situ. Saat ingin pulang ke negaranya, Timnas Zaire ingin naik bus BMW yang digunakan selama Piala Dunia.

Aksi mereka langsung dihentikan oleh pihak berwajib, dan bus akhirnya disita sebelum bus curian itu keluar dari teritori Jerman Barat.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Jimat Pipis di Gawang

Umpetin Trofi Piala Dunia

Italia adalah juara Piala Dunia 1938, edisi terakhir sebelum Perang Dunia II pecah. Turnamen bergengsi itu baru digelar kembali pada 1950, jadi trofi juara tetap dipegang oleh Italia selama 12 tahun.

Wakil Presiden FIFA ketika itu, Ottorino Barassi, khawatir kalau trofi Piala Dunia yang disimpan di sebuah bank di Roma akan dicuri oleh Nazi.

Barassi pun akhirnya mengambilnya dan menyembunyikan trofi Piala Dunia itu di bawah kasurnya selama nyaris 10 tahun.

Pipisin Gawang

Kiper Argentina yang tampil di Piala Dunia 1990, Sergio Goycochea, memiliki kebiasaan jorok yaitu buang air kecil di lapangan sebelum adu penalti.

"Itu jimat keberuntungan saya dan saya lakukan itu tiap sebelum adu penalti. Tidak ada yang protes," cerita Goycochea.

"Berdasarkan peraturan, kita dilarang meninggalkan lapangan sebelum laga usai. Dan kalau ada kebutuhan mendadak, kita bisa melakukannya di atas lapangan. Jadi itu yang terjadi saat hadapi Yugoslavia (perempat-final Piala Dunia 90)."

"Saya harus pipis di akhir laga jadi saya tak punya pilihan. Tapi kami menang, jadi saat hadapi Italia di semifinal saya lakukannya lagi sebelum adu penalti, dan berhasil! Jadi sejak saat itu, saya melakukannya tiap adu penalti," ucap Goycochea.

Pelatih Sangat Percaya Tahayul

Zodiak Kamu Apa?

Pelatih eksentrik, Raymond Domenech, yang melatih Prancis sejak 2004 hingga 2010 memiliki kebiasaan aneh. Sangat percaya zodiak, bahkan sampai ikut menentukan pemain yang dipanggil dalam skuat dua Piala Dunia.

Zodiak dinilai bisa menentukan kualitas pemain. Domenech sangat tidak suka pemain berzodiak Scorpio dan Leo, seperti Robert Pires dan Mikael Silvestre, yang dicoret karena alasan tersebut.

"Saya harus selalu bersiap kalau punya pemain (berzodiak) Leo. Saya tahu suatu saat dia akan pamer dan akan berdampak buruk buat kami," ujar Domenech.

Prancis kalah dalam babak adu penalti di Piala Dunia 2006, dan gagal total setelah tersingkir sejak fase grup di Piala Dunia 2010.

Ricardo La Volpe dan Feng Sui

Pelatih Meksiko pada Piala Dunia 2006, Ricardo La Volpe, dikenal sebagai orang yang sangat percaya dengan metafisika. Ia bahkan disebut hiper-ritualistik dan sering menggunakan Feng Sui dalam persiapan timnya.

Dia menggunakan dasi bergambar naga pada Piala Dunia untuk menghormati shio naga. Ricardo kelahiran 1952 yang berarti tahun naga air. Ia juga disebut selalu membawa Loupan, kompas Feng Sui, untuk menghindari area yang memiliki energi negatif.

Ada satu cerita yang berkembang, Ricardo bahkan meminta para pemain mengulangi langkah mereka masuk ke lapangan. Karena yang pertama tidak seimbang dengan alam.

Ditangkap Polisi dan Intervensi Sultan

Bintang Inggris Diborgol

Sebelum Piala Dunia 1970 di Brasil, Timnas Inggris dijadwalkan melakukan uji coba melawan Kolombia. Tapi tiba-tiba bintang Inggris, Bobby Moore ditangkap polisi saat sedang berbelanja di Bogota.

Menurut polisi, Moore telah mencuri sebuah gelang di toko perhiasan saat mencari oleh-oleh untuk istrinya. Ia akhirnya dibebaskan setelah polisi tak punya bukti.

Tapi Moore kembali ditangkap beberapa hari kemudian sebelum kasus itu akhirnya ditutup.

Sultan Ganggu Pertandingan

Dalam Piala Dunia 1982 di Prancis, favorit juara Timnas Prancis sedang membantai Kuwait dengan skor 3-1 sebelum satu insiden aneh terjadi.

Alain Giresse berhasil mencetak gol keempat untuk Prancis, yang memicu protes dari para pemain Kuwait. Mereka mengatakan ada suara peluit dari tribun yang membuat mereka bingung. Tapi protes mereka tak digubris.

Ketika itulah Pangeran Kuwait, Sheikh Fahad Al-Ahmad Al-Sabah (yang juga Presiden Federasi Sepakbola Kuwait), turun tangan. Ia turun dari tribun menghampiri sang wasit, Miroslav Stupar dari Ukraina.

Anehnya, wasit langsung menganulir gol tersebut yang membuat kondisi di atas lapangan kebingungan. Prancis akhirnya tetap mencetak gol keempat untuk menutup laga jadi 4-1.

Setelah laga, sang wasit akhirnya dicekal dari memimpin pertandingan lagi dan Pangeran Fahid didenda 8000 Poundsterling.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan