Sukses

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Ditetapkan Sebagai Tersangka Baru Kasus Brigadir J

Liputan6.com, Jakarta Kasus kematian Brigadir J kembali memasuki babak baru. Kali ini polisi menetapkan istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, sebagai tersangka dalam insiden tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polri menyatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi mengenai kasus dugaan pembunuhan berencana pada Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Hasilnya diumumkan ke publik hari ini.

“Penyidik telah melaksanakan pemeriksaan mendalam secara scientific dan sudah melakukan gelar perkara. Maka penyidik telah menetapkan saudari PC sebagai tersangka,” ujar Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto di Jakarta pada Jumat (19/8/2022).

Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan dan pembunuhan Brigadir J. Mereka adalah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Richard Eliezer (Bharada E), asisten rumah tangga sekaligus sopir Kuwat Ma'ruf (KM), dan Ricky Rizal (Brigadir RR).

Kendati demikian, Pengacara Almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, masih mendesak Polri untuk menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka. Pasalnya, istri Ferdy Sambo itu selalu bungkam saat akan dimintai keterangan baik oleh Polri dan LPSK.

Kamaruddin menganggap hal itu termasuk dalam konteks Obstruction of Justice, atau yang bisa dipahami sebagai upaya menghalang-halangi penyidikan.

“Saya bilang kesabaran kita sebagai penasihat hukum sudah selesai, sampai jam 24.00 tadi malam. Maka, kita minta supaya orang-orang yang terus menggali kebohongan itu segara tersangka, demi kepastian hukum dan keadilan, salah satu di antara itu Bu Putri,” kata Kamaruddin di Mabes Polri Jakarta pada Selasa (16/8/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sosok Baik

Kamaruddin meyakini Putri Candrawathi sebenarnya adalah sosok yang baik. Namun, pengaruh buruk lingkungan dinilai telah memengaruhinya. Ia juga mengaku ingin bertemu Putri guna mendapat kebenaran terkait tewasnya Brigadir J.

“Hati dan pikirannya dipengaruhi oleh yang buruk, sehingga dia terus berperan di dalam kepura-puraan, terguncang, Depresi, dan lain sebagainya,” jelas Kamaruddin kala itu.

“Saya ingin bertemu sama Ibu Putri agar dia tidak mau terus berpura dan (melakukan) obstruction of justice, persekongkolan jahat atau permufakatan jahat, menyebar kebohongan atau hoaks di tengah masyarakat,” sambung sang pengacara.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Sudah Menduga

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, mengaku sudah menduga adanya keterlibatan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan putranya. Menurut dia, istri Ferdy Sambo mustahil tak berada di TKP. Pihak keluarga pun sejak awal sudah berharap agar Putri dimintai keterangan.

“Tak mungkin Ibu Sambo tak di TKP. Dari awal kami berharap Ibu Sambo juga dimintai keterangan,” kata Samuel, usai penetapan Putri sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J, seperti dilansir dari Liputan6.com.

4 dari 4 halaman

Tidak Curiga

Lebih lanjut, Samuel menceritakan dirinya semula sama sekali tidak menaruh kecurigaan terhadap keluarga Sambo. Sebabnya, Brigadir J kerap mengaku bahwa bekerja di keluarga Sambo cukup baik dan bagus.

Hubungan sang putra dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bahkan disebut sangat baik. Brigadir J konon sudah diperlakukan seperti anak kedua pasangan.

“Semenjak kejadian kami, sangat terkejut, kenapa bisa jadi begini,” kata Ayah Brigadir J.

Samuel mengatakan, pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan kasus ke Kapori. Ia pun berharap kebenaran mengenai insiden yang menimpa putranya dibuka seterang-terangnya, seperti arahan Presiden Joko Widodo.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS