Pencetak Hattrick Pertama Piala Dunia Salah Orang, Bert Patenaude Tunggu 76 Tahun Sebelum Diakui FIFA

Butuh waktu 76 tahun bagi FIFA untuk mengakui hattrick pertama Piala Dunia dilakukan oleh Bert Patenaude. Bagaiman itu terjadi, bagaimana akhirnya FIFA meralatnya?

Diterbitkan 08 Agustus 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta FIFA tidak selamanya benar. Otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu punya banyak kekeliruan. Salah satunya terkait pengakuan hattrick pertama yang tercipta pada Piala Dunia. Sebelum akhirnya diralat pada tahun 2006 lalu, publik sepak bola dunia sempat terkecoh dengan munculnya nama Guillermo Stabile.   

Setelah melalui penelusuran yang cukup panjang, hattrick pertama di Piala Dunia diketahui tercipta pada pertandingan antara Amerika Serikat dan Paraguay pada 17 Juli 1930. Penyerang AS, Bert Patenaude, yang mencetak tiga gol itu. Namun FIFA baru menyadari hal ini berpuluh tahun kemudian.

Bagaimana hal itu didiamkan sekian lama, dan apa yang membuat FIFA akhirnya mengakui hattrick itu memang dilakukan oleh Bert Patenaude? Dan siapa sebenarnya Patenaude itu?.

Dilahirkan di Fall River, Massachusetts pada 4 November 1909, Patenaude sejak kecil sudah tertarik dengan si kulit bundar. Semakin menjadi saat aktif mengikuti sejumlah kompetisi amatir.

Karier profesionalnya dimulai padapada 1928, ketika ia sudah berusia 19 tahun, bergabung dengan Philadelhia Field Club, yang saat itu berkompetisi di American Soccer League. Perjalanan kariernya pun sukses ditandai dengan catatan enam gol dari delapan laga.

Setelahnya ia sempat bermain satu laga untuk J&P Coats, sebelum pindah ke Fall River, klub yang ia perkuat hingga 1930. Bersama Fall River, Bert Patenaude sukses meraih gelar juara National Challenge Cup 1930, sekaligus membuka jalan menuju Timnas Amerika Serikat.

Bersama 15 pemain lainnya, Patenaude terpilih menjadi bagian timnas Amerika Serikat , dan berangkat ke Uruguay mengikuti Piala Dunia 1930, turnamen sejagad yang pertama kalinya. Saat itu Archie Stark yang diyakini sebagai penyerang tengah terbaik Amerika Serikat menolak masuk timnas.

Di era tanpa pemain pengganti, beberapa orang mengatakan keputusan Archie itu membuka jalan bagi Patenaude sebagai andalan timnas.

Setelah menempuh pelayaran selama 18 hari Patenaude dan kawan-kawan tiba di Montevideo, Uruguay 1 Juli 1930. Mereka bisa beristirahat selama 12 hari untuk menyongsong pertandingan perdananya menghadapi Belgia.

Tidak Peduli

Amerika Serikat membuka pertandingan awalnya pada 13 Juli 1930 dengan mengalahkan Belgia 3-0. Patenaude yang merupakan pemain termuda di tim, berusia 20 tahun, mencetak satu gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Patenaude bermain lebih gemilang empat hari kemudian menghadapi Paraguay, dan Amerika Serikat menang dengan angka yang sama yakni 3-0. Tiga gol di Estadio Parque Central itu atas juara Copa Amerika 1929 itu diborong oleh Patenaude. Dua hari kemudian juga tercipta hattrick yang dicetak oleh Guillermo Stabile dari Argentini dalam pertandingan penyisihan grup melawan Meksiko. Ketiga gol ini yang oleh FIFA lalu diakui sebagai hattrick pertama di Piala Dunia sebelum akhirnya lahirnya pengakuan atas Bert Patenaude. Saat itu diyakini tidak ada  jurnalis Amerika yang meliput pertandingan yang disaksikan 18.000 itu. Kemenangan itu membuat Amerika Serikat maju ke semifinal, dimana mereka akhirnya kalah, 1-6, dari Argentina. Teknologi saat itu belum secanggih sekarang. Gol demi gol hanya bisa disaksikan oleh pelaku yang ada di lapangan. Simpang siur mengenai tiga gol yang disarangkan Patenaude hanya diterima dari mulut ke mulut. Laporan pertandingan resmi FIFA menyebut gol kedua dicetak oleh Tom Florie, kapten Amerika Serikat. Sementara Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation mencatat gol tersebut sebagai gol bunuh diri oleh Paraguay. Menurut mereka yang mengenalnya, Patenaude sepertinya tidak keberatan dan tidak peduli akan hal itu.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan