Sukses

Kekalahan dari Yordania Jadi Pelajaran Berharga Bagi Timnas Basket Indonesia

Liputan6.com, Jakarta- Timnas basket Indonesia tak berdaya menghadapi Yordania pada laga terakhir Kualifikasi FIBA World Cup 2022. Indonesia kalah telak 52-77 di Istora Senayan pada Senin (4/7/2022).

Dalam laga tersebut, timnas basket Indonesia tak diperkuat Andakara Prastawa dan pemain naturalisasi Marques Bolden. Keduanya diistirahatkan karena hasil pertandingan sudah tak menentukan lagi.

Prastawa juga sempat mengalami benturan keras di laga sebelumnya melawan Arab Saudi. Pelatih Rajko Toroman tak mau mengambil risiko dan memilih menyimpan Prastawa.

Tanpa dua pemain pentingnya, Indonesia kesulitan membendung Yordania. Toroman mengaku sudah menduga Indonesia akn kesulitan menghadapi Yordania kali ini.

"Kami sudah menduga pertandingan seperti ini. Kami memiliki masalah Prastawa yang sakit dan Abraham yang beberapa hari tidak berlatih dan Marques Bolden yang tidak bermain. Mereka ini tiga pemain penting. Yordania kuat bermain di inside, sulit bermain melawan mereka tanpa Marques karena kita hanya mengandalkan tembakan dari luar. Kita tak punya kesimbangan di dalam dan luar, sulit berm ain seperti itu," kata Toroman.

2 dari 2 halaman

Bolden

Indonesia akan kembali bertemu Yordania pada laga pertama FIBA Asia Cup 2023 yang berlangsung pekan depan. Toroman yakin timnya akan bisa tampil lebih baik di laga nanti. Kekalahan semalam dijadikan pembelajaran berharga.

"Kita punya delapan hari buat FIBA Asia Cup. Saya berharap para pemain lebih siap. Dengan Bolden, kita bisa mengalahkan Arab Saudi. Peluang kita lebih besar lawan Yordania. Saya tidak bilang kita pasti menang tapi kita akan berikan perlawanan lebih baik. Bolden bisa mengubah permainan dengan permainan di dalam, rebound, dan tembakannya."