Dikritik Petenis, IOC Mewajibkan Setiap Olahraga Menetapkan Aturan Transgender

Komite Olahraga Internasional (IOC) mewajibkan seluruh badan olahraga untuk menetapkan aturan transgender. Hal ini pun menyusul kritikan dari seorang mantan petenis yang berasal dari Ceko, Martina Navratilova.

Diterbitkan 25 Juni 2022, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pengkajian ini menyusul adanya hasil pemungutan suara di federasi akuatik dunia, FINA yang melarang keikutsertaan atlet transgender “pria-ke-perempuan” mengikuti kompetisi nomor putri.

“BWF saat ini mengikuti kerangka kerja kebijakan pemerintah Inggris terkait transgender sebagai panduan untuk mengelola masalah ini baik di turnamen tingkat nasional maupun internasional,” demikian pernyataan BWF, seperi dilansir Reuters.

“Hanya saja, kami memahami adannya rekomendasi terkini dari IOC dan memulai riset spesifik dan proses penilaian untuk mendapatkan pengambilan keputusan berbasis hasil yang relevan di bulu tangkis yang adil bagi semua pihak.” tulis pernyataan tersebut.

Pembela

hak-hak transgender berargumen bahwa tidak cukup banyak studi yang dilakukan untuk mempelajari dampak transisi gender terhadap performa fisik dan menyatakan bahwa atlet-atlet elit biasanya sudah memiliki kemampuan fisik yang berbeda.

FIFA dan World Athletics

Tak hanya BWF, Federasi sepak bola dunia, FIFA dan federasi atletik dunia, World Athletics menyatakan juga akan meninjau regulasi mereka menyusul sikap terbaru FINA yang membatasi keikutsertaan atlet transgender dalam perlombaan nomor putri. 

“FIFA saat ini meninjau regulasi keikutsertaan berdasarkan gender dan berkonsultasi dengan pemangku kepentingan ahli,” kata juru bicara FIFA, seperti dilansir dari Reuters. “Mengingat proses ini masih berlangsung, FIFA tidak akan berkomentar secara rinci proposal perubahan dari aturan yang berlaku,” ujarnya menambahkan. 

Sementara itu, Presiden World Athletics, Sebastian Coe menyatakan bahwa dewan lembaganya akan membahas wacana regulasi serupa pada akhir tahun ini. 

“Kami melihat sebuah federasi olahraga internasional memantapkan kemampuan mereka dalam menciptakan aturan, regulasi, dan kebijakan yang terbaik untuk kepentingan olahraga,” katanya. 

“Begitulah seharusnya. Kita harus selalu percaya bahwa aspek biologis di atas gender dan akan terus meninjau regulasi kami sejalan dengan semangat itu. Kami akan mengikuti arahan sains.” 

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan