Timnas Inggris Hancur Lebur Jelang Piala Dunia 2022, Begini Nasib Gareth Southgate

Gareth Southgate yang dinilai mengangkat pamor Inggris sebagai finalis Euro 2020 baru mendapatkan perpanjangan kontrak dari FA pada November 2021. Juru taktik 51 tahun tahun itu akan menahkodai Inggris hingga 2024 mendatang.

Diterbitkan 23 Juni 2022, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Inggris hancur lebur jelang Piala Dunia 2022. Kinerja tim besutan Gareth Southgate menurun dalam beberapa pertandingan terakhir

Inggris gagal meraih kemenangan dalam empat laga EUFA Nations League A 2022/2023. Menelan dua kekalahan dari Hungaria kemudian bermain imbang melawan Jerman dan Italia.

Atas hasil buruk itu, Inggris kini berada di dasar klasemen dengan poin dua. Harry Kane dan kolega juga terancam terdegradasi ke Liga B.

Situasi ini menimbulkan keraguan dari suporter Inggris terhadap Southgate. Apalagi, yang tak bisa diterima pendukung, adalah kekalahan empat gol tanpa balas dari Hungaria. Itu merupakan kekalahan kandang terburuk Inggris dalam 94 tahun.

Posisi Southgate pun digoyang. Daripada terlambat, Inggris lebih baik mencari manajer baru untuk tampil di Piala Dunia 2022.

Namun, Ketua FA Debbie Hewitt pasang badan. Dia mengatakan, FA masih mempercayakan posisi manajer Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar kepada Southgate.

"Berdasarkan fakta apa pun di lapangan, dia adalah pelatih Inggris paling sukses yang kami miliki selama 55 tahun. Sedikit yang tidak dilihat orang adalah budaya yang dia ciptakan. Sebelum Gareth menjadi manajer, tidak ada kebanggaan mengenakan seragam Inggris," kata Debbie Hewitt, dilansir Marca, Kamis (23/6/2022).

"Dia mengubahnya tanpa bisa dilihat oleh banyak orang dan saya telah menyaksikannya sendiri. Saya telah bekerja di dunia bisnis dan keterampilan Gareth, IQ-nya yang tinggi, akan membuatnya menjadi kepala eksekutif di bidang apapun," jelasnya.

Tanggung Jawab

Southgate yang sebelumnya dinilai mengangkat pamor Inggris sebagai finalis Euro 2020 baru mendapatkan perpanjangan kontrak dari FA pada November 2021. Juru taktik 51 tahun itu akan menahkodai Inggris hingga 2024 mendatang.

Debbie Hewitt menjelaskan, tidak ada penyesalan yang datang setelah perpanjangan kontrak itu, meskipun Ingris saat ini dalam performa yang menurun. Hewitt membela bahwa Southgate bertanggung jawab atas hal itu semua.

"Reaksi Gareth, seperti dalam segala hal dengan percakapan semacam itu, bahwa itu adalah tanggung jawabnya, selalu ada sesuatu untuk dipelajari."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Itulah mengapa bekerja dengan orang seperti itu sangat menyenangkan karena keterbukaan untuk belajar itu sangat luar biasa dan sangat tidak biasa dilakukan oleh banyak orang dalam bidang apapun," katanya.

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan