Pahlawan Korea Selatan Dipecat karena Hancurkan Italia di Piala Dunia

Ahn Jung-hwan dipecat dari klubnya, Perugia karena mencetak gol kemenangan Korea Selatan melawan Timnas Italia di babak 16 besar Piala Dunia 2002.

Diterbitkan 20 Juni 2022, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Ahn Jung-hwan mungkin akan selalu teringat dalam benak suporter Timnas Italia. Dua dekade lalu, dia menjadi tokoh utama di balik kegagalan Italia pada Piala Dunia 2002.

Menariknya, Ahn Jung-hwan yang dianggap sebagai pahlawan nasional di Korea Selatan, hancur kariernya karena telah mengeleminasi Italia.

Kisah itu bermula saat Korea Selatan berjumpa Italia di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Korea Selatan yang saat itu menjadi tuan rumah tampil dengan semangat membara.

Pada menit kelima, stadion bergemuruh setelah wasit menunjuk titik putih. Ahn maju sebagai eksekutor dan berhadapan dengan Gianluigi Buffon

Namun, pemain kelahiran Gyeonggi ini gagal mengeksekusi penalti. Kemudian Italia memimpin 1-0 melalui Christian Vieri yang mampu memanfaatkan umpan Francesco Totti menit ke-18.

Kemenangan Italia di depan mata buyar. Seol Ki-Hyeon mencetak gol dari dalam kotak penalti dan memaksakan pertanidingan dilanjut ke babak tambahan.

Memasuki menit ke-117, Ahn berhasil menebus kegagalannya dengan gol sundulan. Gol ini muncul berkat umpan silang Lee Young-Pyo dari luar kotak penalti.

Italia pun takluk 1-2 karena Piala Dunia 2002 masih menggunakan format golden goal. Sementara Korea Selatan terus melaju hingga babak semifinal, meski diwarnai berbagai kontroversi.

Korea Selatan kalah dari Jerman 0-1 di semifinal, dan ditumbangkan Turki 2-3 pada pertandingan perebutan tempat ketiga.

Dipecat Klub

Setelah pertandingan melawan itu, sebuah kabar datang mengejutkan Ahn. Dia dipecat dari Perugia karena presiden klub Luciano Gaucci marah besar Italia disingkirkan Korea Selatan. Ahn diboyong Perugia dengan status pinjaman selama dua musim dari Daewoo Royals pada musim panas 2000. Performanya tak baik-baik amat, Cuma mencetak lima gol dalam 33 penampilan selama dua musim tersebut.

Gaucci sebagai seorang yang nasionalis tidak terima dengan Ahn. Dia menganggap Ahn tidak tahu berterima kasih kepada Italia. "Pemain itu takkan pernah menginjakkan kakinya di Perugia lagi. Dia hanya fenomenal ketika melawan Italia dan saya ini seorang nasionalis," kata Gaucci kepada Gazetta dello Sport.

"Saya mengambil keputusan ini bukan hanya karena dia melukai kebanggaan Italia. Tapi, dia juga menunjukkan sikap tak hormat kepada negara yang membukakan pintu untuknya dua tahun lalu. Saya tak berniat menggaji orang yang merusak sepak bola Italia."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Usai ditendang dari Perugia, karier Ahn karier Ahn perlahan tenggelam. Dia membela tujuh tim dan akhirnya gantung sepatu pada 2011. Sementara, Gaucci turun dari jabatan sebagai presiden Perugia pada 2005 dan kemudian mengalami kebangkrutan.

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan