Kekejaman pada Latihan Senam Inggris Terkuak: Atlet Sampai Dehidrasi Agar Tidak Dipermalukan

Dalam laporan setebal 306 yang diterbitkan pada Kamis (16/6/2022), The Whyte Review, juga menuding budaya kejam itu berlaku secara sistematis dan diketahui federasi olahraga senam Inggris.

Diterbitkan 17 Juni 2022, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pengakuan yang tak kalah memilukan adalah pengalaman seorang atlet berusia 7 tahun yang diduduki oleh seorang pelatih untuk menyempurnakan gerakan split-nya. Atlet lain mengaku sangat takut kalau kaki mereka akan 'patah' selama proses di mana mereka dipaksa didorong ke bawah.

Sikap Otoritas Olahraga Inggris

The Whyte Review mulai melakukan penyelidikan mulai tahun 2020 lalu menyusul mencuatnya dugaan pelecehan dan perlakuan buruk dalam olahraga senam Inggris. Dibantu oleh pewarkilan dari otoritas olahraga Inggris, penyelidikan ini dipimpin oleh Anne Whyte QC. Selain memberi 17 rekomendasi, Anne juga mengatakan ombudsman olahraga akan menjadi "langkah nyata menuju ke arah yang benar".

Otoritas Olahraga Inggris mengaku terkejut dengan temuan ini. Mereka juga berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian tersebut terulang lagi di kemudian hari. 

"Kami ingin secara terbuka mengakui dan berterima kasih kepada semua orang yang berani maju ke depan. Suara Anda didengar. Anda telah memainkan peran penting dalam membentuk masa depan senam di Inggris, untuk membantu membuatnya aman dan inklusif bagi generasi mendatang untuk datang," bunyi pernyataan bersama UK Sport dan Sport England seperti dilansir dari BBC. 

"Kewajiban merawat atlet dan peserta adalah tanggung jawab badan pengatur nasional. Senam Inggris jelas gagal dalam hal ini. Niat kami adalah terus mendanai Senam Inggris, karena kami percaya bahwa penarikan dana tidak hanya akan mencegah mereka menerapkan perubahan penting yang diuraikan dalam laporan, tetapi juga berdampak negatif pada dukungan dan kesejahteraan pesenam sekarang."

"Namun, kami jelas bahwa pendanaan lanjutan untuk Senam Inggris akan bergantung pada tim kepemimpinan barunya yang membuat perubahan signifikan pada olahraga, dengan jadwal yang ditetapkan dalam rekomendasi laporan."

 

Bukan Kejadian Pertama

Kejamnya pembinaan atlet senam bukan hanya terjadi di Inggris saja. Di Amerika Serikat, praktik seperti ini juga lazim terjadi. Sebelum laporan The Whyte Review mencuat, Netflix juga merilis film dokumenter berjudul Athlete A. Film ini bercerita tentang pelecehan seksual yang dialami para atlet. 

Sementara itu, beberapa tahun lalu, foto-foto latihan para pesenam cilik di China juga sempat menggemparkan dunia. Di usia yang sangat muda, mereka sudah menjalani latihan berat. Tidak jarang dari mereka sampai harus meneteskan air mata menahan sakit atau lelah menjalani program tersebut. 

Seluruh upaya keras ini dilakukan demi memenangkan persaingan di pentas dunia. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan