Sukses

Cuti 2 Tahun, Jr NBA Camp Akhirnya Bisa Hadir Offline di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta- National Basketball Association (NBA) akhirnya bisa menggelar Jr. NBA Camp secara offline lagi di Indonesia. Jr. NBA Camp 2022 telah sukses digelar pada 14 Mei 2022 di Cilandak Sports Center, Jakarta.

Jr. NBA Camp ikut terkena dampak pandemi virus corona Covid-19. Jr. NBA Camp harus absen menggelar aktivitas offline selama dua tahun. Sepanjang 2020 dan 2021, Jr. NBA Camp dilakukan secara online.

Menurut catatan Liputan6.com, Jr. NBA Camp terakhir dilakukan off-line pada 2019. Pada Maret 2020, Jr. NBA Camp sebenarnya akan dihadiri legenda NBA Robert Horry. Sayangnya dua minggu jelang hari H, Indonesia diterjang pandemi Covid-19. Acara pun dibatalkan. Horry tak jadi datang.

Jr. NBA Camp diikuti oleh 50 pemain muda terpilih, yang terdiri dari 25 putri dan 25 putra dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa segmen, seperti: pengembangan kemampuan dan penempatan formasi, latihan shooting (menembak), berbagai kemampuan saat bekompetisi, serta percobaan lima lawan lima antar pemain yang dipimpin oleh Associate Vice President of Basketball Operations NBA ASIA, Carlos Barroca dan pelatih Jr. NBA Asia, Natalia Andrei Dos Santos.

 

2 dari 3 halaman

Pemain Terpilih

Terdapat dua pemain laki-laki dan empat pemain perempuan yang terpilih sebagai pemain yang paling menonjol (standout players), yaitu Matthew Lee yang berasal dari Medan, Kenneth Lebron Huang dari Jakarta, Putu Kezia Angelie dari Bali, Joane Giovanie dari Surabaya, Anggun Annalia dari Pendopo, dan Aurelia Almadireja dari Jakarta.

Jr. NBA Camp 2022 merupakan program pelatihan global yang bertujuan untuk memperkenalkan olah raga basket serta gaya hidup aktif bagi generasi muda.

3 dari 3 halaman

Nilai Utama

Selain mengasah bakat, para pemuda ini juga diajarkan mengenai nilai-nilai utama dari Jr. NBA yaitu S.T.A.R yang merupakan singkatan dari Sportsmanship atau sportivitas, Teamwork atau kerja sama tim, Positive Attitude atau sikap yang positif, serta Respect atau respek yang diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk menjadi pemain yang lebih baik dengan kepribadian yang luar biasa.