Sukses

Bintang Liverpool Mohamed Salah: Saya Pemain Terbaik di Posisi Ini

Liputan6.com, Jakarta - Pemain sayap Liverpool Mohamed Salah mengatakan dia adalah yang terbaik di dunia dalam posisinya. Salah telah mencetak 22 gol di liga musim ini dan memimpin daftar top skor. 

Bulan lalu, Salah meraih pengharagaan Football Writers Associations Footballer of the Year untuk kedua kalinya. Pemain berusia 29 tahun itu memainkan peran penting dalam kesuksesan tim Jurgen Klopp baru-baru ini. 

Musim ini, The Reds mengejar quadruple yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah memenangkan Piala Liga Inggris. Secara individu, Salah merujuk catatan golnya sebagai dasar argumen mengapa dirinya unggul atas pesaing.

“Jika Anda membandingkan saya dengan pemain mana pun di posisi ini, tidak hanya di tim saya tetapi di dunia, Anda akan menemukan bahwa saya adalah yang terbaik,” kata Salah dilansir dari Metro.uk, Kamis (12/5/2022). 

“Saya selalu fokus pada pekerjaan saya dan melakukan yang terbaik dan angka saya adalah bukti terbaik dari klaim saya.” 

“Saya ingin selalu menciptakan tantangan baru bagi saya, untuk bekerja dengan cara yang berbeda dan membuat perbedaan. Itu adalah tugas saya.” 

2 dari 3 halaman

Kontrak Salah di Liverpool

Masa depan Salah di Liverpool masih dalam tanda tanya dengan kesepakatan berakhir pada 2023. Persyaratan baru belum disepakati dan Salah baru-baru ini mengakui dia tidak tahu apakah akan akan menggoreskan pena di atas kertas kontrak.

“Saya punya satu tahun tersisa. Saya pikir para penggemar tahu apa yang saya inginkan, tetapi dalam kontrak itu sama sekali bukan segalanya tentang uang. Jadi saya tidak tahu, saya tidak bisa memberi tahu Anda dengan tepat.”

“Saya memiliki satu tahun tersisa dan para penggemar tahu apa yang saya inginkan.” 

3 dari 3 halaman

Pertandingan Selanjutnya

Salah selanjutnya coba membantu Liverpool memenangkan Piala FA dengan menghadapi Chelsea akhir pekan ini. Liverpool lalu bertemu Southampton dan Wolverhampton Wanderers pada dua laga penutup liga.

Setelahnya The Reds menghadapi Real Madrid di final Liga Champions.

 

Penulis: Jesslyn Koesman