Lolos ke Final UEFA Conference League, Jose Mourinho Menangis Usai Laga AS Roma Vs Leicester City

AS Roma berhasil melaju ke partai puncak usai menyingkirkan wakil Inggris, Leicester City dengan agregat 2-1. Tandukan Tammy Abraham pada semifinal leg kedua membawa AS Roma unggul 1-0 di Stadio Olimpico.

Diterbitkan 06 Mei 2022, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya meneteskan air mata karena emosi saya untuk semua orang yang mencintai klub ini,” kata Mourinho, yang telah mencapai lima final Eropa dengan empat klub berbeda, yakni Porto, Inter Milan, dan MU.

"Saya beruntung bisa bermain di final yang lebih bergengsi daripada yang ini. Tetapi dalam hal cara kami menciptakan suasana keluarga di sini, itu membuat saya merasa istimewa," beber Mourinho.

Berambisi ke Final

Sejak awal, Mourinho memang sangat berambisi membawa AS Roma ke final UEFA Conference League.

Setelah bermain imbang 1-1 melawan The Foxes berakhir 1-1 di Stadion King Power pekan lalu, Mourinho segera mengerahkan kekuatan terbaiknya saat menjadi tuan rumah pada leg kedua. 

Berbicara dalam konferensi pers jelang laga, Mourinho pun sempat membahas persiapan kedua tim. Dia menyebut Leicester City bisa merotasi tim karena lebih fokus ke Eropa.

“Ketika Anda tidak memiliki kesempatan untuk mencapai tujuan di liga, maka fokus berlaih ke kompetisi Eropa,” ucap Mourinho dilansir dari Football Italia, Rabu (4/5/2022).

“Mereka tampil setelah tergusur dari Liga Europa. Mereka kini berambisi kembali tampil di sana musim depan melalui Conference League. Maka logis jika mereka mengistirahatkan pemain.”

“Kami tidak bisa melakukan itu. Kami memiliki kesempatan untuk mencapai kompetisi Eropa di liga. Saya berharap aspek ini tidak memengaruhi kondisi pemain. Mereka harus bersemangat membantu tim memenangkan pertandingan ini.”

Cari Pengganti

Pada kesempatan yang sama, dia juga menyinggung pengganti dari Henrikh Mkhitaryan yang absen. 

“Kami tidak memiliki yang lain seperti dia. Ada tim top di mana Anda memiliki pemain serupa di setiap posisi. Tim-tim ini dapat memiliki rotasi yang sempurna. Kami tidak memiliki pemain lain seperti Mkhitaryan,” jelas Mourinho. 

“Saya bisa menurunkan pemain berbeda yang otomatis mengubah strategi. Tapi tujuannya tetap sama. Kami ingin pergi ke final. Untuk itu, kami harus mencurahkan semuanya di lapangan,” tambahnya. 

“Kami di sini sebagai sebuah tim. Tidak ada Mkhitaryan, tetapi ada pemain lain. Sebagai tim kami akan pergi untuk bertarung.”  (Berita selengkapnya bisa Anda saksikan di sini).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan