Namun profesi sebagai atlet profesional ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi belakangan ini, kejuaraan jarang digelar. Karena itu, Hero harus membagi waktunya dengan profesi lain seperti tukang parkir, satpam, pelatih tinju personal, hingga menjadi staf honorer.
Partai Terakhir Sarat Dendam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3951582/original/031837000_1646315229-Hero_Tito.jpg)
Dilansir dari Rondeaktual.com, pertarungan melawan James Mokoginta merupakan ulangan petemuan keduanya, enam tahun silam. Pada pertemuan pertama, mereka bertanding di Surabaya, pada 6 Juni 2015 sebagai partai tambahan pertarungan Daud Cino Yordan Vs Maxwell Awuku dari Afrika Selatan.Â
Dalam duel kelas bulu 8 ronde tersebut, Hero yang dijuluki The Lion berhasil mengalahkan James lewat kemenangan angka.Â
Setelah lebih enam tahun berselang, keduanya kembali bersua di Hollywings Club, Jakarta sebagai partai tambahan untuk pertarungan juara WBA International, Tibo Monabesa Vs Jayson Vayson. Keduanya bertarung untuk memperebutkan gelar lowong kelas ringan versi badan tinju ATI.Â
Pertarungan berjalan sengit sejak ronde pertama. Namun James sepertinya lebih mendominasi. Bahkan pada ronde kelima, James dari Sasana Nainggolan Boxing Camp sudah mampu menjatuhkan Hero.Â
Hero masih mampu bangkit sebelum hitungan ke-10 dan melanjutkan pertandingan. Namun pada ronde ketujuh, rahangnya kembali terkena uppercut dan membuatnya tersungkur ke atas kanvas.Â
"Itu yang membuat kondisinya menjadi buruk," ujar James dilansir dari Rondeaktual.com.Â
Â
Â
Meninggal di Rumah Sakit
Usai pertandingan, Hero Tito segera dilarikan ke rumah sakit. Namun kondisinya tetap kritis meski telah dilakukan operasi untuk pengangkatan gumpalan darah di otak. Setelah dirawat selama lima hari, Hero Tito akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis sore pukul 16.45 WIB.Â
Promotor Pertandingan sekaligus manajer Hero Tito, Armin Tan menyampaikan kabar duka ini. Armin pun mengaku siap bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa petinjunya itu dan menanggung biaya pendidikan anak-anak Hero Tito. (baca berita selengkapnya di sini).Â
"Tak ada promotor yang menginginkan petinju yang ditampilkan mengalami cedera fatal apalagi sampai mengalami kematian. Tetapi, saya sudah siap menanggung resikonya," kata Armin Tan kepada wartawan, Kamis (4/3/2022)
Â
Â
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3951626/original/016314000_1646320101-111.jpg)