Bola Ganjil: Tidak Ada yang Lebih Menderita dari Timnas Indonesia di Piala AFF

Nestapa Indonesia di Piala AFF sudah jadi rahasia umum. Skuat Garuda mengemban status juara tanpa mahkota karena begitu sering takluk di final.

Diterbitkan 25 Desember 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menggunakan sistem home and away untuk final, timnas dalam kondisi buruk karena takluk 1-3 pada leg pertama di SUGBK. Skuat Garuda akhirnya kembali menyerah 1-2 di duel kedua sehingga kalah agregat 2-5.

Usai gagal bicara banyak di dua edisi berikutnya, Indonesia kembali menembus final pada 2010. Tahun ini bisa dibilang sebagai momen terbaik timnas memupus dahaga gelar.

Buktinya, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan tampil ganas di grup. Mereka menghajar Malaysia 5-1 serta Thailand 2-1.

Setelah menyisihkan Filipina di semifinal lewat agregat 2-0, timnas kembali bersua Malaysia. Sayang Indonesia bermain antiklimaks.

Gagal Kuasai Asia Tenggara

Kekalahan 0-3 di Negeri Jiran pada leg pertama membuat timnas dalam posisi sulit. Harapan mengejar defisit semakin berat karena Indonesia sempat tertinggal 0-1 pada leg kedua. Walau bisa membalikkan keadaan, Skuat Garuda akhirnya kembali gagal berkuasa di pentas Asia Tenggara.

Tidak mampu melewati fase grup 2012 dan 2014, Indonesia akhirnya kembali ke final pada 2016. Susah payah lolos dari grup dan menyingkirkan Vietnam melalui perpanjangan waktu di semifinal, Skuat Garuda lagi-lagi bersua Thailand.

Meski kurang diunggulkan, timnas bisa unggul 2-1 pada leg pertama di Stadion Pakansari. Sayang Thailand memetik hasil minimal yang dibutuhkan untuk membalikkan kedudukan dan unggul agregat pada leg kedua dengan berjaya 2-0.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan