Selain Taufik Ramsyah, Ini 3 Pesepak Bola Indonesia yang Tewas Akibat Benturan di Lapangan

Benturan dengan pemain lawan membuat sejumlah pemain Indonesia harus pergi selama-lamanya.

Diperbarui 22 Desember 2021, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Benturan bermula saat Kiper PSAP Sigli, Agus Rohman berniat mengamankan gawangnya. Dia lalu melepaskan tendangan ke arah perut bagian bawah Akli Fairuz. Akibatnya Akli tumbang dan mengerang kesakitan di dekat gawang PSAP.

Sang pemain akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Zainal Abidin untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Akli Fairuz sempat mendapatkan perawatan selama satu pekan di Rumah Sakit. Namun, nyawanya tidak terolong dan meninggal pada 15 Mei 2014 akibat luka pada bagian perut dan kantong kemih yang bocor.

Jumadi Abdi (PKT Bontang)

Insiden tak kalah tragis juga dialami oleh pesepak bola Jumadi Abdi pada 7 Maret 2009. Saat itu, pemain PKT Bontang itu mendapat terjangan di bagian perut oleh pemain Persela Lamongan, Deny Tarkas sata keduanya bermain di Liga Super Indonesia 2009/10.

Pertandingan di Stadion Mulawarman, Bontang itu pun berubah mencekam saat gelandang berambut gondrong itu terkapar di lapangan. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi, namun luka akibat terjangan Tarkas ternyata sangat parah.

Setelah mengalami kondisi kritis selama sepekan, pada 15 Maret 2009 sang pemain menghembuskan napas terakhir.

Ironisnya, saat kejadian wasit hanya memberi kartu kuning kepada Tarkas.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan