Selain Perkampungan di Tengah Sirkuit Mandalika, Cek Sirkuit Balap Terunik di Dunia

Sirkuit bukan sekadar venue tempat berlangsungnya balapan saja, melainkan menjadi bagian dari balapan karena memiliki karakter masing-masing.

Diterbitkan 25 November 2021, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Spa disebutkan memang didesain dengan speed in mind sehingga tidak memiliki banyak belokan ataupun tikungan tajam. Inilah yang menjadikan para pembalap akan sering flat-out. Sama seperti Nürburgring, Spa juga dikenal sebagai sirkuit kecepatan tinggi yang kerap memakan banyak korban.

Insiden paling memoriam adalah kejadian tahun 1960 dimana dua pembalap Formula 1, Chris Bristow dan Alan Stacey meninggal dalam kurun waktu 15 menit. Sebelumnya, pembalap Stirling Moss juga mengalami kecelakaan parah pada sesi latihan.

 

3. Circuit de Monaco, Monako

Monaco sebagai negara kecil juga ternyata punya sirkuit legendaris dunia. Sepertinya sudah tahu semua, ya. Circuit de Monaco merupakan salah salah satu sirkuit bermodel jalanan alias menggunakan jalan umum yang disulap menjadi sirkuit balap.

Berbeda dengan trek Nurburging dan Spa yang dikelilingi pepohonan, Monaco justru dikelilingi pemukiman dan perhotelan di area pinggir pantai.

Seperti sirkuit balap legendaris lainnya, desain lintasan Monaco juga punya banyak tanjakan dan turunan, tikungan tajam, dan yang paling terkenal, lebar jalannya yang cenderung sempit. 

Terlebih lagi, faktanya Monaco dikenal sebagai sirkuit yang secara umum justru kurang aman dibanding sirkuit lainnya di ajang Formula 1.

Di sirkuit dalam kota Monaco ini juga terdapat area terowongan yang populer. Terowongan ini terkenal lantaran suara raungan mobil balap akan semakin merdu nan garang untuk didengar.

 

Selanjutnya

Area terowongan ini menyisakan cerita dari pembalap yang disebut area sulit. Para pembalap akan merasakan perubahan cahaya dari terang ke gelap lalu terang kembali. Melaju dengan kecepatan tinggi serta perubahan cahaya tentu membutuhkan konsentrasi serta kemampuan adaptasi mata yang cepat juga. 

Sirkuit Monaco juga menuntut para pembalap untuk tidak melakukan kesalahan kecil. Tembok pembatas yang cenderung dekat karena lebar jalanan yang sempit ternyata tidak membuka peluang pembalap melakukan kesalahan bermanuver dan melakukan perhitungan.

Puncaknya pembalap bisa saja keluar pertandingan atau bahkan mengalami kecelakaan fatal.

Informasi menariknya, GP Monaco disebut juga sebagai salah satu dari “Tiga Mahkota Motorsport” (Triple Crown of Motorsport) yang merupakan pencapaian atau prestasi bergengsi dalam karir seorang pembalap.

Penulis: Rafi Abdul Rochim

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan