Bola Ganjil: Main-Main setelah Jadi Juara Dunia Berbuah Rekor Baru

Kesuksesan menjadi juara ketika kompetisi belum selesai membuka beberapa pintu bagi sang pemenang. Ada yang memilih tetap serius hingga akhir kompetisi.

Diterbitkan 07 November 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sepekan kemudian di Sirkuit Opatija, Yugoslavia, giliran Godfrey Nash yang finis tercepat setelah Agostini menghilang. Nash memberi Norton kemenangan terakhir di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Kehadiran Norton di podium tertinggi juga jadi kali terakhir motor dengan satu silinder mendominasi balapan di kelas utama.

Agostini juga tidak terlihat di Montjuic Park pada GP Spanyol 1970. Hal ini dimaksimalkan rekan setimnya di MV Agusta, Angelo Bergamonti, untuk memenangkan gelar satu-satunya di kelas 500cc. Agostini diketahui sedang balapan di Inggris pada saat bersamaan.

Dave Simmons mempersembahkan gelar pertama bagi Kawasaki di kelas utama saat Agostini absen di Jarama pada musim 1971.

Sementara Chas Mortimer berjaya ketika Agostini kembali tidak mengunjungi Montjuic Park pada 1972. Mortimer memberi Yamaha titel debut di panggung tertinggi mengendarai motor 352cc dengan mesin 2-tak.

Sheene Juga Ikut Agostini

Barry Sheene melakukan hal serupa usai merebut titel 1976. Dia absen pada tiga seri penutup di Imatra, Brno, dan Nurburgring.

Seperti Agostini, sikap Sheene menghasilkan sejumlah rekor. Pat Hennen menjadi pembalap Amerika Serikat pertama yang berjaya di Finlandia.

John Newbold meraih kemenangan satu-satunya sepanjang karier di 500cc pada balapan di Republik Ceko. Sementara Agostini jadi yang tercepat di Jerman. Hasil itu merupakan kesuksesan terakhirnya bersama mesin 4-tak MV Agusta. Total Agostini menguasai 68 balapan di kelas 500cc.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan