Menpora Jadi Trending Topic Usai Sebut Fajar / Rian Pemain Tunggal Putra

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjadi trending topic di Twitter. Penyebabnya, Menpora salah menyebut Fajar Alfian / Rian Ardianto sebagai pemain tunggal.

Diperbarui 19 Oktober 2021, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjadi trending topic di Twitter. Penyebabnya, Menpora salah menyebut Fajar Alfian / Rian Ardianto sebagai pemain tunggal.

Padahal, Fajar / Rian bermain di sektor ganda putra. Kesalahan Menpora diungkap salah seorang netizen dengan akun @andar_sihombing.

Ia membagikan rekaman video saat Menpora tengah diwawancara salah satu media. Wawancara itu berkaitan dengan kesuksesan tim Indonesia menyabet gelar juara Thomas Cup 2021.

"Bagaimana pak mentri @KEMENPORA_RI mau urus hal besar, membedakan mana pemain tunggal dan ganda aja gagal lagian fajar rian itu dobel peringkat 7 dunia pak mentriiiii dah lama terkenal,bapak aja yg gak kenal!!" tulisnya.

Unggahan Andar itu langsung mendapat respon dari netizen lainnya. Mereka pun menjelaskan pencapaian Fajar / Rian di pentas bulutangkis dunia.

"Fajri peringkat 7 dunia dan udah agak lama di top ten dunia, publik gak mengenal? yeaaa iyaa si bukan pemain bola gitu maksudnya pak?," tulis @rianotiban.

 

 

Penantian 19 Tahun

Seperti diketahui, Indonesia mengakhiri penantian 19 tahun dengan menjuarai Piala Thomas 2020. Di partai final, Jonatan Christie dkk. menaklukkan Cina dengan skor 3-0.

Kemenangan Indonesia dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Fajar Alfian / Rian Ardianto (ganda putra), dan Jonatan Christie (tunggal putra). Terakhir kali Indonesia juara pada 2002.

Tanpa Bendera Merah Putih

Sayangnya di tengah suka cita, tim Indonesia tidak bisa merayakan keberhasilan dengan mengibarkan bendera merah putih. Pasalnya, Indonesia tengah dihukum Badan Anti Doping Dunia (WADA).

Indonesia dianggap tidak melaporkan hasil tes doping yang seharusnya dilaksanakan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Pihak LADI beralasan, target tes doping tak terpenuhi karena pandemi covid-19.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tentang Tajamnya Lini Depan Belanda di Fase Grup Piala Dunia 2026

Luthfie Febrianto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan