Sukses

Setelah 113 Tahun, 2 Negara Ini Berbagi Emas di Lompat Tinggi Olimpiade Tokyo 2020

Liputan6.com, Tokyo- Ada hal unik yang terjadi pada final lompat tinggi yang berlangsung di Olympic Stadium, Jepang, Minggu (1/8/2021) kemarin. Dua atlet lompat tinggi berbagi emas karena lompatan mereka di cabor lompat tinggi Olimpiade Tokyo 2020 sama.

Ini terjadi saat atlet Qatar, Mutaz Essa Barshim dan atlet Italia, Gianmarco Tamberi bersaing di final lompat tinggi Olimpiade Tokyo.

Setelah beberapa kali percobaan, kedua atlet ini meraih lompatan yang sama yaitu 2,37 meter. Mereka hanya kurang sedikit dari rekor Olimpiade 2,39.

Hasil ini membuat bingung karena kedua atlet lompat tinggi ini tidak melakukan kesalahan. Ada kesempatan untuk melakukan jump off untuk memisahkan hasil kedua atlet, namun mereka menolaknya.

"Kita bisa melanjutkan dengan jump off," ujar salah satu ofisial Olimpiade Tokyo 2020.

 

Video Menarik

2 dari 3 halaman

Menolak

Ya, ternyata baik Mutaz Essa Barshim maupun Gianmarco Tamberi menolak untuk mengambil kesempatan jump off. Mereka sepakat untuk sama-sama meraih emas.

"Dapatkan kami mendapatkan dua emas?" ujar atlet lompat tinggi asal Qatar itu.

"Ya itu mungkin saja."

 

3 dari 3 halaman

Gembira Bersama

Keputusan untuk tidak melakukan jump off disambut kedua atlet. Keduanya lalu saling berpelukan dan melakukan selebrasi.

Dalam hati mereka tahu sudah mengukir sejarah. Sedangkan medali perunggu diraih Maksim Nedasekau.

 Atletik di Olimpiade Tokyo 2020 menampilkan banyak hal menarik. Selain berbagi emas, dominasi negara-negara kuat seperti Amerika Serikat atau ROC/Rusia mulai berkurang.

Ini bisa dilihat saat Marcell Jacobs meraih emas di 100 meter putra, Minggu (1/8/2021) kemarin. Dia mengalahkan pelari asal Amerika Serikat dan Kanada.