Sukses

Tidak Bahagia di MU, Ayah Edinson Cavani: Putra Saya Ingin Bermain di Amerika Selatan

Liputan6.com, Manchester - Edinson Cavani ingin melanjutkan impian Eropanya sedikit lebih lama setelah memutuskan bergabung dengan Manchester United atau MU. Dia pindah ke Old Trafford musim panas 2020 setelah kontraknya dengan Paris Saing-Germain tidak diperpanjang.

Namun, Cavani mungkin salah memilih MU setelah meninggalkan PSG. Karena, Inggris selalu menjadi tempat yang rumit bagi para pemain Amerika Selatan untuk berkembang.

Mereka harus benar-benar bersih dalam segala hal yang dilakukan di luar lapangan. Jika tidak, mereka cenderung selalu diperiksa, bahkan untuk kesalahan terkecil.

Kasus bernada rasialis striker Liverpool Luis Suarez dan bek kiri MU Patrice Evra pada 2012, misalnya. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memutuskan Suarez bersalah dan dihukum larangan tampil delapan pertandingan plus denda 40.000 pound atau sekitar Rp 690 juta.

Suarez dalam pembelaannya mengakui mengucapkan kata negro kepada Evra. Tetapi, pemain Timnas Uruguay itu berkilah bahwa ucapannya tidak bertujuan untuk menghina

Sementara dalam kasus Cavani, dia menggunakan istilah sayang yang dianggap rasis di Inggris. Situasi ini menjadi sangat tak proporsional dan tampaknya telah mendorong mantan pemain Napoli itu ke tepijurang.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 5 halaman

Ayah Cavani

Media Argentina Ole dalam laporannya mengklaim Cavani sangat dekat dengan kepindahan ke Boca Juniors. Hal itu juga dikatakan Luis Cavani, ayah Edinson Cavani, dalam wawancara dengan TyC Sports.

"Putra saya tidak bahagia di Inggris dan ingin kembali lebih dekat dengan keluarganya," ucapnya. "Dia ingin bermain di Amerika Selatan."

"Saya ingin Edinson bermain untuk tim yang memperebutkan trofi penting. Dia telah berbicara banyak dengan wakil presiden Boca Juan Roman Riquelme dan ingin bermain untuk Boca. Di tengah tahun, dia ingin kembali ke Amerika Selatan," kata Luis menambahkan.

 

3 dari 5 halaman

Musim panas

"Ide anak saya bukanlah untuk melanjutkan di sana (di Manchester). Dia ingin kembali. Saya pikir dia akan kembali pada Juni tahun ini. Dia memiliki klausul dalam kontraknya yang memungkinkan pergi pada Juni," ujar Luis.

"Ada hal-hal yang terkadang mengganggu kita sebagai manusia, orang-orang, semua masalah larangan itu membuatnya kesal."

"Itu telah mempermainkannya, terkadang pemain juga tidak dapat menemukan bentuknya, hal-hal ini dapat membebani Anda. Terkadang secara mental Anda bisa terseret," pungkas Luis.

 

4 dari 5 halaman

Klasemen Liga Inggris

 
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Edinson Cavani di Bawah Ini