4 Mitos Protein yang Bikin Diet Anda Gagal

Berikut ini empat mitos lainnya terkait diet protein.

Diterbitkan 19 Februari 2021, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

- Untuk daging yang direbus

Air rebusan daging bisa menjadi kaldu yang gurih. Ini cocok untuk makanan laut karena berdasarkan national Fisheries Institute, ikan akan menghasilkan rasa yang lebih lembut daripada jika dipanggang atau dibakar.

Pertahankan kulit

Sebaiknya biarkan kulit untuk potongan protein seperti dada ayam, paha ayam, salmon, dan fillet ikan berdaging lainnya saat memasaknya. Kulit akan membantu menjebak cairan yang membuat daging menjadi lebih empuk dan enak. Setelah dimasak, Anda bisa membuang kulitnya untuk menghemat kalori dan lemak.

Protein Shake

Mitos 3: Anda butuh protein shake setiap olahraga

Faktanya, Anda tidak selalu membutuhkannya. Jika Anda memiliki kudapan yang sehat dan kaya protein dalam beberapa jam setelah berolahraga, Anda tidak memerlukan minuman ini setelah berolahraga.

Menurut sebuah studi Januari 2013 di Journal of International Society of Sports Nutrition , Anda bisa mendapatkan cukup protein untuk pulih dari latihan dengan mengonsumsi makanan ringan yang biasa Anda makan sepanjang hari. Sementara jika menambahkan protein shake justru akan menambahkan kalori yang tidak perlu dan akhirnya berlebihan.

Kecuali ada beberapa keadaan tertentu, seperti misalnya jika Anda berolahraga dalam keadaan puasa, maka Anda akan membutuhkanasupan protein dan karbohidrat setelah berolahraga untuk membantu dalam pembentukan otot.

Terlalu Banyak

Mitos 4: Anda masih kekurangan protein

Sebuah survei Nielsen edisi Juli 2018 menemukan sebanyak 55% warga AS membeli makanan berprotein tinggi karena bagi mereka itu sangat penting. Padahal, kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan protein dengan baik.

Jika berdasarkan pedoman diet AS, disarankan untuk makan 10-35% kalori dari protein (hewani maupun nabati). Sementara dalam ringkasan data diet orang dewasa bulan Januari 2021 dari USDA menemukan bahwa orang dewasa telah mengonsumsi 16% kalori dari protein. Itu artinya mereka sudah mencukupi kebutuhan protein harian.

Anda bisa saja menambahkan asupan protein, namun jangan lupa untuk memotong kalori dari makanan lain yang Anda konsumsi hari itu untuk menjaga agar total kalori Anda tetap terkendali.

Jadi protein adalah bagian penting dari upaya penurunan berat badan, tetapi tidak perlu berlebihan. Lebih baik juga jika memenuhi kebutuhan kalori dengan ragam makanan, seperti buah dan sayur yang kaya nutrisi dan karbohidrat kaya serat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Fitri Syarifah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan