Merespon ini, Kubala membentuk tim berisi pengungsi dan pencari suaka dari Eropa Timur. Mereka berkeliling ke Spanyol untuk melakoni sejumlah laga persahabatan.
Penampilan Kubala menarik perhatian dua musuh bebuyutan Real Madrid dan Barcelona. Mereka bersaing sengit mendapatkan tanda tangan sang pemain, sebelum Barcelona memenangkan persaingan.
Sengketa ini kemudian memicu rivalitas sengit kedua klub dalam transfer pemain, termasuk kepindahan Alfredo di Stefano ke Real Madrid dua tahun kemudian.
Akibat sanksi FIFA, Kubala baru bisa membela Barcelona di laga resmi pada musim semi 1951. Dia langsung berkontribusi dengan membantu klub memenangkan Copa del Generalisimo (sekarang bernama Copa del Rey).
Pada musim penuh pertamanya bersama Barcelona, Kubala tampil fantastis. Selain kembali memenangkan Copa del Generalisimo, dia juga merebut berbagai gelar yakni La Liga, Latin Cup, Copa Eva Duarte (cikal Piala Super Spanyol), dan Copa Martini & Rossi (cikal Trofeu Joan Gamper). Kubala mampu menyumbang 26 gol meski cuma beraksi 19 kali.
Bentrok dengan Herrera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2328533/original/026626100_1534157899-000_14L65B.jpg)
Kubala melewatkan mayoritas musim berikutnya karena menderita tuberkulosis. Meski begitu, dia pulih tepat waktu untuk membantu Barcelona memenangkan tiga gelar yakni liga, Copa del Generalisimo, dan Copa Eva Duarte.
Kampanye selanjutnya Kubala gagal mempersembahkan trofi. Namun, pengaruhnya bagi klub semakin besar. Penampilan di lapangan menghipnotis penonton agar kembali ke stadion. Markas Barcelona saat itu, Les Corts, pun tidak lagi sanggup menerima suporter meski berkapasitas 60 ribu tempat duduk.
Manajemen klub pun mendirikan rumah anyar yang bisa menampung 99 ribu orang pada 1954. Camp Nou dibuka tiga tahun kemudian dan hingga kini masih tercatat sebagai stadion sepak bola terbesar di dunia.Â
Pada awal kehadirannya, Camp Nou tidak banyak menyaksikan gelar. Semua berubah ketika Helenio Herrera tahun 1958. Dia mempersembahkan masing-masing dua gelar liga dan Piala Fairs, plus Copa del Generalisimo.
Namun, kedatangan Herrera jadi awal berakhirnya karier Kubala. Keduanya bentrok karena Herrera menekankan disiplin tinggi dengan Kubala merasa dirinya sebagai dewa. Herrera akhirnya mundur pada 1960.
Kubala kemudian lanjut memimpin Barcelona. Pada musim berikutnya, dia membawa klub masuk final Piala Champions meski usianya sudah memasuki pertengahan 30-an dengan lutut melemah karena cedera.
Sosok kelahiran Budapest ini berambisi memenangkan gelar yang belum mampu dimenangkan sepanjang kariernya. Sayang takdir berkata lain. Usaha Kubala mengenai tiang gawang pada final melawan Benfica dan Barcelona tumbang 2-3.
Diabadikan pada 2009
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3137011/original/025456600_1590483645-200526_Ilustrasi_barcelona.jpg)
Kekalahan itu mendorong Kubala meninggalkan Barcelona. Dia pergi ke Espanyol, FC Zurich, dan Toronto Falcons sebelum gantung sepatu pada 1967.
Selama membela El Azulgrana, Kubala mempersembahkan 14 trofi dan mencetak 281 gol. Dia menjadi bintang andalan Barcelona ketika coba bersaing melawan Real Madrid yang memiliki Di Stefano dan Ferenc Puskas.
Juga terpilih sebagai pemain terbaik Barcelona pada abad ke-20, Kubala pun diabadikan melalui patung perunggu yang didirikan September 2009.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329887/original/014746300_1787301484-HOAX__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3378532/original/032439300_1613483643-000_APP2002010438049.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5305908/original/073766300_1754369716-AP25212516133853.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6766186/original/066704000_1779568742-luis-rioja-alejandro-balde-valencia-vs-fc-barcelona-la-liga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6170438/original/017281000_1779051641-barca_selebrasi_raphinha_barcelona_real_betis_ap_joan_mateu_parra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1308374/original/075005200_1470371676-barcelona.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6766186/original/066704000_1779568742-luis-rioja-alejandro-balde-valencia-vs-fc-barcelona-la-liga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6170438/original/017281000_1779051641-barca_selebrasi_raphinha_barcelona_real_betis_ap_joan_mateu_parra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146711/original/050715000_1740869165-julian-alvarez_199b4dd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5671429/original/040391400_1778456055-AP26130758466175.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4250529/original/091598600_1670262800-AP22339640481361.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328250/original/079726800_1787149280-Screenshot_19-8-2026_212018_www.fcbarcelona.com.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043359/original/077197000_1654451632-000_329B8HA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503174/original/096539600_1771108799-Harry_Kane-Bayern_Munchen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328320/original/069265900_1787181942-000_C62U9LA.jpg)