El Shaarawy, Si Firaun Kecil

Di balik kegagalan Milan, muncul sosok El Shaarawy. Bak seorang pahlawan. Dia yang kualitasnya sempat diragukan membangkitkan sinar Milan yang sempat meredup.

Diterbitkan 28 Oktober 2012, 12:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Milan: Revolusi besar-besaran terjadi dalam tubuh AC Milan pada tahun 2012. Sejumlah pemain bintang pergi dari San Siro seperti Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva. Banyak pemain senior juga menanggalkan kostum Merah Hitam. Banyak orang bertanya-tanya bisa apa Milan tanpa Ibrahimovic?

Dugaan sebagian orang terbukti. Milan sangat keteteran di awal musim. Kalah bersaing dengan Juventus dan Napoli. Namun di balik kegagalan Rossoneri, muncul nama Stephan El Shaarawy. Bak seorang pahlawan, El Shaarawy yang kualitasnya sempat diragukan membangkitkan sinar Milan yang sempat meredup.

El Shaarawy on fire di bawah asuhan Massimiliano Allegri. Ia tampil impresif dan mampu mencetak gol dalam laga-laga krusial Milan. Pemain berjuluk The Little Pharaoh itu menjadi harapan para Milanisti untuk membawa kembali Milan ke zaman kejayaannya dan menjadi klub tersukses di dunia.

Kini EL Shaarawy menjadi idola baru Rossoneri. Dia mencetak dua gol kemenangan Milan atas Cagliari, menjadi penyelamat dengan golnya ke gawang Parma, serta menyumbang satu gol melawan Zenit St. Petersburg di Liga Champions. Terakhir, El Shaawary mencetak gol kemenangan klubnya atas Genoa.

EL Shaarawy dijuluki The Little Pharaoh (Firaun Kecil) karena ayahnya dari Mesir. Raja Firaun memang dikenal sebagai mantan penguasa Mesir yang sangat keras dan tangguh. Kini sang ‘Firaun Kecil’ telah berada di Italia tepanya di Tim Merah Hitam dan siap menguasai negeri tersebut bahkan dunia.

Pemain yang baru berusia 20 tahun pada 27 Oktober 2012 ini bermain di posisi second striker dan biasa beroperasi di sisi kanan pertahan lawan. Aset terbesarnya adalah kecepatan yang luar biasa dan kemampuan untuk menembus pertahanan tim lawan dengan tipuan dan gocekannya yang khas.

Pemuda kelahiran Savona ini bergabung dengan klub lokal Serie A Genoa saat berusia 13 tahun. Pada 21 Desember 2008, saat dia berusia 16

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

tahun satu bulan dan 24 hari, dia membuat debut di tim utama, bermain selama sepuluh menit dalam pertandingan tandang Serie A melawan Chievo Verona. Pada Juni 2010, pemain berambut mohawk ini dipinjamkan ke klub Padova untuk bermain di Serie B musim 2010-11. Selama masa peminjamannya di Padova, dia mendapat posisi penting dengan cepat di tim, membawa klub Venetian menjalani pertandingan penentuan untuk promosi saat kalah dari Novara. Pada 25 Juni 2011, EL Shaarawy mengkonfirmasi telah menandatangani kontrak dengan raksasa Serie A Milan. Bermain di AC Milan jelas suatu kebanggaan, termasuk bagi pemuda El Shaarawy. Namun masalahnya I Diavolo memiliki bomber kelas dunia dalam diri Zlatan Ibrahimovic dan Robinho. El Shaarawy jarang mendapat kesempatan turun. Ia banyak duduk di bangku cadangan dan masuk kala tim mengalami kebuntuan. Di musim 2011/2012, pemain bertinggi 175 sentimeter tersebut hanya bermain 28 kali dengan mengemas empat gol bersama Milan. Jelas bukan hasil yang patut dibanggakan. Dan akhirnya nama El Shaawary mencuat setelah terjadi revolusi di Milan tahun 2012. Nama El Shaarawy jadi buah bibir media Italia dan dunia akan ketangguhannya di lapanan hijau. Kelak sang Firaun akan menjadi pemimpin di Milan dan menguasai seluruh Italia dengan talenta yang gemilang serta ketangguhannya bak raja Firaun yang memimpin Mesir.(JUM)

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan