Kisah Inspiratif Pengidap Sindrom Langka Tembus Australia Open 2021

Hanya memiliki tiga jari tangan dan satu ibu jari di masing-masing tangan, Francesca Jones sangat kesulitan memegang raket.

Diterbitkan 15 Januari 2021, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Yang pertama, saya tidak punya dendam dan tidak bermain untuk balas dendam. Saya bermain untuk memberi dampak positif dan menginspirasi mereka yang membaca kisahku," bebernya.

Perjalanan Jones

Tekad ini tergambar jelas lewat penampilan Jones di babak kualifikasi Australia Open di Doha belum lama ini. Di babak pertama, dia berhasil mengandaskan petenis peringkat 28 asal Rumania, Monica Niculescu, 6-3, 6-2. Di babak kedua, dia menyingkirkan Jana Fett  7-6 (9-7), 2-6, 6-1. 

Sedangkan di babak ketiga, Jones mendepak petenis China, 6-0, 6-1. Selanjutnya, Jones akan tampil di putaran final Australia Open 2021 yang akan berlangsung di Melbourne, 8-21 Februari mendatang. 

"Serius, saya tidak akan mengatakan saya pernah mencapai titik terendah karena sindrom yang kualami," kata Jones. "Saya memulai dari apa yang sebelumnya saya katakan di mana saya selalu berusaha mengambil sisi positif dan saya melihat itu sebagai keberuntungan di jalanku," bebernya. 

 

Suasana Haru

Meski demikian, di balik tekad kuat Jones, rasa haru tidak bisa disembunyikannya usai menembus babak utama Australia Open 2021. Usai pertandingan dia segera meraih telepon dan menghubungi orang tuanya. Tidak banyak kata yang terucap. Hanya ada air mata, jeritan, dan gonggongan anjing keluarga yang menjadi latarbelakang perbincangan dengan pihak keluarga di rumah di Weybridge. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan