Selain Diego Maradona, 4 Bintang Sepak Bola Ini Hancur Gara-Gara Narkoba

Legenda sepak bola asal Argentina Diego Maradona meninggal dunia, Rabu (25/11/2020)

Diperbarui 25 November 2020, 23:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Buenos Aires - Kabar duka datang terkait Diego Maradona. Legenda sepak bola itu meninggal dunia, Rabu (25/11/2020), karena serangan jantung. Maradona berusia 60 tahun.

Media Argentina Clarin dan Ole melaporkan kabar duka ini. Maradona sedang berada di Tigre saat kejadian.

Dia baru saja meninggalkan rumah sakit setelah menjalani operasi otak. Maradona menderita pembekuan darah di otak atau biasa disebut hematoma subdural.

Sejak pensiun pada 1997, Maradona kerap mengalami masalah kesehatan. Pemenang Piala Dunia 1986 bersama Argentina itu pernah dirawat di rumah sakit pada Januari 2019 akibat pendarahan internal di perut.

Sebelumnya pada 2004 silam, Maradona dilarikan ke rumah sakit karena penyakit jantung dan pernapasan parah terkait kecanduan narkoba.

Pria yang dikenal dengan gol tangan Tuhan itu juga pernah menjalani operasi bypass lambung untuk mengontrol berat badannya dan melakukan perawatan untuk penyalahgunaan alkohol.

Di luar kebrilianannya, Maradona juga diwarnai kontroversi. Salah satunya karena penggunaan obat terlarang. Berikut lima pemain yang kariernya hancur karena narkoba. 

Saksikan Video Diego Maradona Berikut Ini

Diego Maradona

Salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Diego Maradona, adalah pemain yang sebenarnya tak pantas dilabeli gagal. El Diego membawa Argentina juara di Piala Dunia 1986 dan hampir mengulangi prestasi tahun 1990.

Saat itu mereka mencapai final, tapi kalah dari Jerman Barat. Di level klub ia juga luar biasa sukses dengan memenangi Serie A dua kali dan Piala UEFA saat bermain untuk Napoli. Pada 2000, ia bahkan terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA.

Sayangnya, Maradona punya masalah utama dengan narkoba sepanjang kariernya yang dimulai pada pertengahan 1980-an. Maradona menjadi kecanduan kokain saat bermain untuk Barcelona pada 1983.

Semuanya terkuak saat dia diuji positif kokain pada Maret 1991. Ia dilarang bermain selama 15 bulan. Hal ini menyebabkan dia meninggalkan Napoli dengan aib besar dan kembali ke Argentina.

Saat Piala Dunia 1994 bergulir, Maradona telah memulai kebangkitan kariernya. Sayangnya, semua itu dibangun di atas kebohongan. Dia kembali positif obat terlarang, kali ini untuk efedrin stimulan yang dilarang. Maradona dikirim pulang dari Piala Dunia karena aibnya itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Karier Mark Bosnich sempat mengundang kontroversi, seperti pelanggaran aneh pada Jurgen Klinsmann yang lebih mirip dengan UFC. Namun, sebenarnya dia sangat istimewa. Contohnya kala Bosnich membantu Aston Villa meraih Piala Liga pada 1993/94 dan 1995/96. Bosnich kemudian pindah ke Manchester United pada 1999, dan seharusnya menjadi penerus Peter Schmeichel. Meskipun musim pertama dimulai dengan baik, hal-hal segera menjadi buruk saat MU kedatangan Fabien Barthez. Akhirnya, Bosnich dilepas ke Chelsea dengan status bebas transfer pada Januari 2001. Seharusnya dia masih berada di posisi prima mengingat masih berusia 29 tahun, cukup muda untuk kiper. Masalah dengan kebugarannya membuat dia keluar sampai 2001/02. Saat kembali, Bosnich dinyatakan positif kokain dan dilarang bermain sembilan bulan serta dipecat oleh Chelsea. Dari sana, pemain asal Australia itu tidak terkendali dan benar-benar kecanduan kokain. Dia bahkan sampai pada titik menghabiskan sekitar 5 ribu pound sterling seminggu untuk obat tersebut. Bosnich menghabiskan lima tahun dalam gemerlap kokain dan mengakhiri kariernya dengan hanya 12 laga profesional sebelum pensiun.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan