Hendra/Ahsan Ungkap Momen Paling Berkesan Selama Main Bareng

Hendra/Ahsan menilai gelar All England 2019 sebagai yang paling berkesan selama berduet bareng.

OlehThomas
Diterbitkan 13 November 2020, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yoppy menuturkan, pahlawan bulutangkis Indonesia tidak lahir secara instan. Ada peran besar klub dalam proses pencarian hingga pembentukan bakat pemain, sehingga kelak dapat berjuang di kejuaraan internasional.

"Di PB Djarum, kami melakukan dua sistem perekrutan yaitu audisi umum dan audisi khusus. Audisi Umum formatnya kita datang ke kota-kota di Indonesia. Sementara audisi khusus, kita melihat jika ada calon atlet yang bagus, akan kita ajak untuk tes di Kudus selama dua hingga tiga hari," ujarnya.

Senada

Hal senada juga disampaikan oleh Imelda, yang berhasil meraih gelar juara All England 1979 di nomor ganda campuran bersama Christian Hadinata. PB Jaya Raya, lanjutnya, menggelar seleksi atlet sebanyak dua kali dalam satu tahun. Selain itu, klub bulutangkis yang bermarkas di kawasan Bintaro, Jakarta ini, melakukan "jemput bola" ke klub-klub di daerah untuk mencari bakat pebulutangkis belia.

"Jika tekniknya bagus kemudian fisiknya hebat, tentu klub tertarik untuk membina si atlet. Tapi saya menitikberatkan pada masalah mental si atlet pada saat perekrutan, karena ini bukan hal yang mudah dan harus menjadi perhatian khusus," paparnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan