Bola Ganjil: Pesta Swindon Town dan Noda Juventus di Anglo-Italian Cup

Simak kisah Anglo-Italian Cup, turnamen sepak bola yang membantu tim seperti Swindon Town bertemu Juventus.

Diterbitkan 19 Oktober 2020, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Operator kompetisi menciptakan berbagai ajang untuk menghibur pecinta sepak bola di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan bagus, tapi tidak sedikit pula yang berantakan. Tulisan ini menceritakan salah satu turnamen paling unik sepanjang sejarah: Anglo-Italian Cup.

Tidak banyak orang memiliki kenangan positif terhadap Anglo-Italian Cup. Maka wajar jika publik melupakannya.

Turnamen ini bermula dari final Piala Liga Inggris 1969. Swindon Town membuat kejutan dengan mengalahkan Arsenal memaksimalkan kesalahan Ian Ure.

Sebagai pemenang, The Robins seharusnya mendapat tiket Piala Fairs (juga dikenal dengan nama Inter-Cities Fairs Cup), yang kemudian menjadi Piala UEFA dan Liga Europa. Namun, Swindon Town akhirnya dilarang karena saat itu berstatus klub Divisi III. Ada batas kasta bagi peserta kompetisi Eropa. Swindon Town bernasib sama seperti Queens Park Rangers (QPR) yang merasakan hal serupa dua tahun sebelumnya.

Football League selaku operator kompetisi sepak bola Inggris sudah menjadi sasaran amarah publik menyusul nestapa QPR. Enggan peristiwa sama terulang, mereka pun menggelar turnamen internasional.

Luigi Peronace kemudian memainkan peran. Warga Italia berdomisili London ini menggunakan koneksinya untuk membantu Football League. Saat masih remaja, dia mengatur pertandingan antara tentara Inggris yang berada di Italia selama Perang Dunia sebelum belajar teknik di Turin.

Di sana Juventus menawarkan posisi sebagai penerjemah bagi William Chalmers, pelatih asal Skotlandia yang baru ditunjuk. Peronace lalu hengkang ke Lazio untuk mengurus transfer. Reputasinya terus berkembang. Dia menjadi agen ketika posisi itu belum dikenal seperti sekarang. Peronace kemudian menjadi perantara transfer Jimmy Greaves (Chelsea ke AC Milan), John Charles (Leeds United ke Juventus), dan Denis Law (Manchester City ke Torino).

Solusi yang ditawarkan bagi Football League adalah duel antara juara kompetisi turnamen di Inggris (Piala Liga atau Piala FA) melawan juara Coppa Italia. Swindon Town kemudian bertemu AS Roma dalam format home and away. Tanpa dugaan, The Robins meraih kemenangan agregat 5-2 atas lawan yang memiliki reputasi lebih besar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Video Bola Berikut Ini

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan