Polri Belum Keluarkan Izin, Ini Persiapan Protokol Kesehatan Liga 1

Mulai dari siapkan bus khusus hingga tes swab berkala, PT LIB siapkan bermacam aturan cegah COVID-19 pada lanjutan Shopee Liga 1.

Diperbarui 29 September 2020, 20:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah berupaya maksimal untuk kembali menggelar lanjutan Shopee Liga 1. Berbagai langkah telah dipersiapkan oleh operator liga tersebut demi menghidupkan lagi kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air yang mati suri akibat pandemi virus Corona COVID-19. 

Seperti diketahui, pada bulan Maret lalu, PSSI memutuskan untuk menghentikan seluruh kompetisi sepak bola menyusul meningkatnya kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia. 

Namun pada Juni lalu, PSSI teleh mengeluarkan surat keputusan untuk melanjutkan kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2. PT LIB selaku operator segera bergerak mempersiapkannya. 

Rencananya, lanjutan Shopee Liga 1 akan dimulai pada 1 Oktober mendatang. Di luar penyesuaian sistem kompetisi protokol kesehatan menjadi salah satu fokus persiapan PT LIB dalam menggelar ajang ini di tengah pandemi virus Corona COVID-19 yang belum juga mereda hingga kini.

 

Tanda Tangan MoU dengan Satgas COVID-19

Pada 17 September lalu, PT LIB bersama PSSI ikut menandatangani MoU Penyelenggaraan Olahraga yang Aman Covid-19 dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).   

Dalam acara tersebut, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyatakan bahwa protokol kesehatan menjadi harga mati dalam menjalankan lanjutan kompetisi ini. 

Proses penandatanganan MoU berlangsung secara virtual. Selain ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, penandatangan nota kesepahaman ini juga dihadiri oleh Menpora Zainudin Amali dan Ketua BNPB yang juga menjabat sebagai ketua satgas penanganan COVID-19, Doni Monardo. 

Pada kesempatan yang sama Doni Armando kembali menegaskan bahwa seluruh pertandingan harus digelar tanpa penonton. BNPB juga akan membantu PT LIB maupun klub dalam menjalankan protokol kesehatan termasuk memfasilitasi tes SWAB bagi para pemain dan ofisial. 

Doni juga berpesan agar yang memiliki penyakit berat tidak diizinkan terlibat dalam kompetisi. 

Lalu apa saja yang sudah dipersiapkan PT LIB untuk menjaga prorokol kesehatan selama Liga 1?

 

Dokumen 30 Halaman

Tim-tim yang akan berlaga pada lanjutan Shopee Liga 1 telah menerima Pedoman, Pencegahan, dan Pengendalian COVID-19 untuk Klub sepak bola. Pedoman setebal 30 halaman ini menjadi panduan bagi klub dalam menjalankan protokol kesehatan saat kompetisi kembali bergulir. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Cek Suhu dan Tes Berkala Dalam dokumen tersebut disebutkan bila pengecekan suhu tubuh harus dilakukan setiap hari. Bagi yang punya suhu tubuh 38 derajat Celcius ke atas dan bergejala seperti batuk, pilek, dan nyeri saat menelan akan menjalani pemeriksaan RT-PCR guna memastikan terjangkit COVID-19 atau tidak. Pemeriksaan dengan metode rapid test dijadwalkan berlangsung 1 kali seminggu. Pemeriksaan dilakukan kepada pemain, staf pelatih dan ofisial. Sedangkan untuk pemeriksaan menggunakan metodologi usap atau swab test dijadwalkan digelar satu kali dalam dua pekan. 1 Kamar 1 Pemain Panduan pencegahan Covid bagi klub-klub Liga 1 juga mengatur tempat penginapan yang layak selama pandemi. Selama Liga 1 bergulir, kamar pemain, pelatih, dan oficial hanya boleh dihuni 1 orang 1 kamar. Kamar yang ditempati juga harus memiliki ventilasi yang baik dan disterlisiasi setiap hari. Ruang Makan Terpisah Sementara untuk ruang makan juga harus tersendiri atau tidak bergabung dengan orang luar. Penyajian makanan juga tidak prasmanan dan 1 meja hanya boleh dihuni 1 orang saja. Jarak antarmeja 1-2 meter dan waktu makan dibatasi maksimal selama 2 jam. Setiap pemain, pelatih, atau ofisial yang hendak masuk ke ruang makan harus menjalani cek suhu terlebih dahulu. Protokol yang sangat ketat juga diberlakukan selama tim menjalani latihan. Selain diwajibkan mengenakan masker selama perjalanan, seluruh alat yang akan digunakan juga harus disterilisasi. Mekanisme Isolasi Bila ada anggota tim yang kontak dengan dengan pasien covid-19 tapi tidak bergejala, maka tidak wajib menjalani swab. Sementara bagi anggota tim yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan, sedang, bisa setelah 10 hari isolasi plsus 3 hari bebas gejala tanpa perlu menjalani tes PCR lanjutan.    

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan